Ketika Gamelan Berkolaborasi dengan Synthesizer di Rusia

oleh
Grup Gamelan Dadali saat tampil berkolaborasi dengan grup Moscow Noise Manufactory (MNM) pimpinan Georgy Orlov-Davydovsky.

MOSKOW| DutaIndonesia.com – Sebanyak 10 musikus dari grup Moscow Noise Manufactory (MNM) pimpinan Georgy Orlov-Davydovsky bekolaborasi dengan 12 penggamel dari grup gamelan Dadali Moskow pimpinan Tri Koyo menghipnotis pengunjung di Cultural Centre DOM, Moskow, Sabtu (14/6/2025) pukul 20.00 – 23.00 malam. Acara tersebut merupakan pertunjukan kolaborasi kedua kalinya antara grup gamelan Dadali dengan grup musik Noise Manufactory setelah sebelumnya mereka berkolaborasi pada bulan Desember tahun lalu.

Para penonton pun terkesan dengan pertunjukan ini.

“Pertunjukan seni tersebut sangat memikat kami dan kami seperti larut dalam suasana yang lain daripada yang lain,” ungkap Ekaterina salah satu penonton yang baru pertama kali melihat pertunjukan gamelan.

Sebelum pertunjukan kolaborasi dimulai, acara dibuka terlebih dulu oleh penampilan Noise Manufactory Moscow dengan menampilkan sajian syntheziser selama 45 menit dan disusul dengan pertunjukan solo gamelan oleh grup Gamelan Dadali. Dalam sesi ini Dadali menampilkan gending- gending klasik di antaranya Liwung dilanjutkan lancaran Bendrong, Ladrang Rujak Jeruk, Ketawang Wigaringtya dan lagu Kuwi Apa Kuwi.

Pertunjukan gamelan semakin syahdu tatkala alunan gamelan yang hampir sebagian besar instrumen dimainkan oleh para gadis Rusia dipoles dengan nyanyian sinden oleh Anna Zhikhareva. Pada sesi utama Noise Manufactory Moscow bermain bersama Dadali memainkan komposisi kidung diiringi dengan gaung syntheziser selama 40 menit.

Nanang Fadillah salah satu pejabat KBRI Moskow dari Fungsi Penerangan Sosial Budaya yang hadir di pertunjukan tersebut berkesempatan juga memberikan sambutan pada gelaran acara tersebut. Nanang Fadillah, menilai kolaborasi kedua musik ini merupakan sebuah dialog sinkretis seni dan perdamaian serta menjadi wujud perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Rusia.

Di akhir pertunjunkan para penonton masih enggan meninggalkan tempat pertunjukan. Banyak dari mereka yang sebagian besar adalah kalangan Gen Z dan milenial Rusia masih mau melihat lebih dekat instrumen gamelan.

“Diharapkan dengan adanya pertunjukan gamelan kolaborasi seperti malam ini, gamelan akan semakin dikenal oleh kalangan milenial Rusia,” ujar Tri Koyo atau yang sering dipanggil Masik oleh para siswanya. (gas)

#Dadali2025

No More Posts Available.

No more pages to load.