MOJOKERTO|DutaIndonesia.com – Selama tiga hari, Gus Mohammad Habiburrohman (Gus Habib) mengikuti pertemuan para Bacaleg Nasdem dengan para tim pemenangnya. Yakni pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu (3, 4 dan 5 Februari 2023), di Guest House IKHAC Pacet, Mojokerto.
Kesempatan baik itu, tak dibiarkan berlalu begitu saja, namun dimanfaatkan Gus Habib untuk mengenalkan dirinya pada para Tim Bacaleg Kab. Mojokerto, yang otomatis juga menjadi Tim Pemenangnya. Karena Gus Habib juga menjadi Bacaleg DPR RI, Dapil Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Kab/Kot Madiun.
“Tak kenal maka tak sayang,” kata Gus Habib memulai sambutannya di depan sekitar 500 Tim Pemenangnya. “Jadi pada kesempatan ini, saya akan memperkenalkan diri saya, agar ……,” Belum sempat Gus Habib menyelesaikan kata-katanya, para Tim Pemenang yang duduk di lantai paling depan, tanpa dikomando, bareng menyahut “Di sayang … Di cinta….!” sahut ibu-ibu tersebut.
Gus Habib pun ikut tertawa …., “Saya boleh di sayang bu, tapi jangan dicinta. Nanti saya dimarahi istri saya,” jawab Gus Habib sambal berkelakar. Dan disambut tawa para ibu-ibu yang kelihatannya gemes melihat Gus Habib yang tampan dan berkulit putih.
“Nama saya, Mohammad Habiburahman, putra keempat dari Romo Kiai Asep. Atas izin beliau, saya menjadi Bacaleg dari Partai Nasdem. Untuk itu, mohon do’a dan dukungan penuh ibu-ibu untuk mendapatkan konstituen yang cukup, sehingga saya bisa masuk senayan. Salah satu motivasi saya, karena selama ini belum ada anggota DPR RI yang berasal dari Mojokerto. Yang ada dari Jombang dan Nganjuk. Akibatnya, tingkat keterwakilan Mojokerto di pemerintahan pusat, kurang. Dalam arti, aspirasi masyarakat Mojokerto kurang ada yang memperjuangkan secara langsung.”
“Apakah ibu-ibu dan bapak-bapak siap mendukung saya sebagai Bacaleg Nasdem tingkat pusat, dan para Bacaleg provinsi maupun para Bacaleg Nasdem tingkat Kabupaten!??” tanya Gus Habib. Yang dijawab, serentak oleh sekitar 500 tim pemenangan, “Siaaap ….!.”
Tampaknya Gus Habib pandai mencairkan suasana sehingga tetap hangat, bersemangat dan ceria. Maka Gus Habib membuat kuis dengan pertanyan yang mudah. Dan yang bisa menjawab, diberi hadiah uang Rp 50.000.
Begitu Gus Habib mengajukan pertanyaan, tak kurang dari 10 orang tim maju siap menjawab. Padahal, maksud Gus Habib, yang bisa menjawab angkat tangan, lalu ditunjuk oleh Gus Habib, baru boleh maju untuk menerima hadiah uang.
Akhirnya, Gus Habib pun dengan cepat membuat keputusan yang bijak sana. “Ya sudah begini saja, karena sudah ada 10 orang yang maju, maka 10 orang ini masing-masing akan saya beri satu pertanyaan.”
Dalam tanya jawab tersebut, tampak kalau Gus Habib cukup memiliki talenta komunikasi yang baik. Tak hanya itu, ia tak segan-segan secara pro aktif mengajak para Bacaleg untuk foto bersama. Jadi tak harus menunggu Bacaleg Kabupaten yang meminta berfoto bersama.
Hal ini tentu membuat para Bacaleg Kabupaten Mojokerto cepat akrab dengan Gus Habib. Demikian juga manakala memberi sambutan, untuk seorang pemuda pemula, maka pidato Gus Habib cukuplah lancar dan hidup. Juga terjalin interaksi, karena tak jarang diselingi oleh guyonan yang positif. (Moch Nuruddin Ali)














