Perang Rusia dan Ukraina, yang telah berlangsung selama satu tahun lebih–dimulai tepat pada 24 Februari 2022 lalu–membuat warga Ukraina belum bisa menghapus kesedihan. Namun mereka bersyukur situasinya mulai sedikit membaik meski statusnya masih darurat militer.
Laporan Gatot Susanto
SALAH seorang warga Indonesia yang sudah satu dekade tinggal di Kyiv, Ukraina, Pepi Aprianti Utami, kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Selasa (18/4/2023) siang, mengatakan, bahwa kondisi di Ukraina sekarang masih dalam status darurat militer. Namun demikian masyarakat berusaha beraktivitas sehari-hari dengan normal.
“Kami pergi kerja, sekolah, berdagang, dan lain-lain seperti biasa. Di Kyiv–ibukota Ukraina– serangan udara sudah berkurang, tetapi di kota-kota dekat dengan garis depan (perbatasan dengan Rusia, Red.) hingga saat ini masih ditembaki rudal oleh Rusia. Pasokan energi listrik juga sudah stabil setelah tahun kemarin Rusia menghancurkan hampir seluruh fasilitas pembangkit listrik di Ukraina,” kata Pepi yang tetap bertahan di antara kecamuk perang.
Yang juga membuat sedih Pepi dan warga Ukraina lain, saat ini sudah memasuki musim semi. Saatnya warga kembali beraktivitas di ladang pertaniannya, tapi mereka kesulitan sebab ladangnya hancur.
“Oh iya, sekarang sudah memasuki musim semi, aktivitas agrikultur terhambat karena banyak lahan pertanian yang tercemar ranjau dan serpihan rudal. Tidak bisa mulai digarap sebelum dibersihkan oleh ‘sapper’. Dan masih berbahaya untuk petani mulai bekerja di ladang. Musim semi musim tanam, biasanya bulan segini tuh petani udah menggarap lahan mereka. Tapi sekarang hanya yang di region kategori aman yang boleh digarap. Gandum yang di-export ke Asia dan Afrika itu banyak ditanam di daerah Kherson, yang sekarang diduduki Rusia, terus jalur black sea buat kapal juga diblokade dan diranjau oleh Rusia. Jadi ya begitu rantai pasokan pangan seluruh dunia terganggu,” kata Pepi.
Ukraina adalah salah satu produsen gandum dan biji-bijian utama dunia. Negara ini terutama menanam dan mengekspor gandum, jagung, dan jelai. Menurut Komisi Eropa, Ukraina menyumbang 10% dari pasar gandum dunia, 15% dari pasar jagung, dan 13% dari pasar jelasi.
Dengan lebih dari 50% perdagangan dunia, Ukraina juga merupakan pemain utama di pasar minyak bunga matahari. Sebagai produsen besar gandum, jagung, dan juga sereal, gangguan ekspor pangan dari Ukraina dapat memiliki konsekuensi serius bagi ketahanan pangan global.
Pepi Aprianti Utami sendiri sudah tinggal selama satu dekade di Ukraina. Dia mengaku bertahan tidak meninggalkan negara itu di tengah serangan Rusia karena memiliki keluarga. “Saya punya keluarga di sini, teman dan juga pekerjaan. Jadi itu salah satu pertimbangannya,” katanya.
Rasa khawatir selalu menghantui sejak invasi dilancarkan Rusia akhir Februari 2022 lalu. Bersama keluarganya, perempuan asal Indonesia ini mengungsi dari rumahnya di Kyiv ke wilayah lain yang dianggap lebih aman.
“Rumah saya kebetulan ada di Kyiv, di pusat kota, sentralnya Ukraina. Jadi di sana itu seperti pintu gerbangnya. Kalau saat negara Rusia masuk ke Ukraina lewat utara itu, rumah saya itu ada di sana. Jadi makanya itu, saya memutuskan untuk relokasi segera,” ujarnya.
Namun dia dan keluarganya sudah kembali ke Kyiv sejak Juni tahun 2022 lalu. “Kini aktivitas saya dan keluarga cukup beruntung kami masih bisa bekerja dan menjalankan rutinitas seperti biasa. Hanya setelah invasi, saya ada rutinitas tambahan bikin konten untuk Radio Ukraina,” ujarnya.
Bagaimana dengan suasana Ramadhan di Ukraina? Muslim di negara ini, kata Pepi, termasuk minoritas. Karena itu acara religius menyambut bulan suci Ramadhan sangat jarang.
“Apalagi sedang perang. Tapi kemaren Zelensky iftar bareng dengan komunitas tentara muslim Ukraina di Ukraina. Diaspora Indonesia juga sangat sedikit, setahu saya kurang lebih di bawah 30 orang. Dan gak semua muslim. Kemaren ada undangan buka bersama juga dari KBRI,” katanya.
Pepi berharap perang segera berakhir. Dia pun optimistis situasi akan semakin membaik. “Dan kehidupan di sini benar-benar bisa normal kembali. Mohon doanya dari saudara-saudara di Tanah Air agar perang ini segera berakhir,” ujarnya. (*)














