Laporan Pemilu dari Ukraina: Syukur Tidak Ada Kiriman Bom dari Rusia

oleh
Pepi Aprianti Utami usai mencoblos di KBRI Kyiv.
Pepi Aprianti Utami usai mencoblos di KBRI Kyiv.

 

 

Pemilu di luar negeri berlangsung aman dan lancar. Salah satunya di negeri yang dilanda perang: Ukraina. Ada sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di negeri yang sedang berperang dengan Rusia ini. Salah satunya Pepi Aprianti Utami yang tinggal di ibukota Ukraina, Kyiv.

 

Oleh Gatot Susanto

 

PEMILU di luar negeri hampir semua tempat pemungutan suaranya ada di Kantor KBRI atau KJRI. Begitu pula Pemilu di Ukraina. Meski masih diselimuti suasana perang, Pemilu di Gedung Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Jalan Universitetska Nomor 17, Kota Kyiv, itu berlangsung aman dan lancar.

“Pemilu di KBRI, ada beberapa orang Indonesia di Ukraina. Tapi saya gak tahu pastinya berapa yang di Kyiv. Situasi di Ukraina sendiri belum mereda. Ukraina masih status darurat militer. Kemarin aja Rusia masih kirim bom ke Kyiv. Yah, gimana lagi diusahakan untuk beraktivitas seperti biasa, asal tetap waspada dan ikutin himbauan pemerintah,” kata Pepi yang bekerja di Radio Ukraina ini kepada DutaIndonesia.com dan Global News.

Coblosan Pemilu di luar negeri digelar lebih awal. Untuk Pemilu di ukraina coblosan dilakukan pada Sabtu 10 Februari 2024, tapi penghitungan suara dilakukan pada Rabu 14 Februari 2024 sama dengan di Indonesia. “Tanggal 10 kemarin nyoblosnya. Saya ke KBRI lagi buat jadi saksi penghitungan perolehan suara. Suasananya aman, pastinya tidak seramai pemilu di negara lain ya, karena memang WNI di Ukraina sebelum perang juga gak banyak. Prosesnya juga lancar, syukur ga ada ancaman serangan udara atau kiriman bom pada hari itu,” katanya.

Pepi mendatangi TPS langsung melakukan coblosan. “Saya datang ke TPS, tidak menunggu juga, langsung ke panitia dikasih surat suara, dijelaskan bagaimana, terus masuk ke bilik suara untuk nyoblos calon presiden dan wakil rakyat pilihan saya, setelah itu masukkan ke kotak suara, dan celupkan jari ke tinta sebagai tanda sudah memilih, terus ditawarin foto sebagai kenang-kenangan. Begitu,” katanya.

Menurut keterangan resmi PPLN Kyiv, TPS 001 dibuka sejak pukul 10.00 waktu setempat dan melayani 22 pemilih yang terdaftar di DPT, empat pemilih di DPTb, serta tiga pemilih pada Daftar Pemilih Khusus (DPK).

TPS ini dibuka hingga pukul 16.00 waktu setempat. PPLN mengungkapkan 100 persen surat suara telah digunakan oleh pemilih, baik yang ada di dalam daftar DPT, DPTb, maupun DPK yang menggunakan metode TPS.

Selain metode TPS, PPLN Kyiv juga melayani pemilih melalui pos dan telah menerima kembali tujuh surat suara dari pemilih di Ukraina. Selain itu, mereka juga menerima sembilan surat suara dari WNI di Republik Armenia dan sembilan surat suara dari WNI di Georgia.

Penghitungan surat suara TPS Kyiv dilakukan serentak pada 14 Februari 2024 di KBRI Kyiv dan 15 Februari 2024 untuk surat suara pos. Acara penghitungan surat suara mengundang seluruh WNI di Ukraina untuk turut menyaksikan proses penghitungan yang dimaksud. Termasuk Pepi.

Datangi TPS tapi Golput

Lain lagi Pemilu di Frankfurt, Jerman. Para WNI di Negara ini juga melakukan pemungutan suara pada Sabtu (10/2/2024). Wilayah ini memiliki 11.437 daftar pemilih tetap (DPT) alias jumlah pemilih terbanyak di Jerman. PPLN Frankfurt meliputi enam negara bagian, yakni Baden Württemberg, Bayern, Hessen, Nordrhein – Westfalen, Rheinland-Pfalz, dan Saarland. Sebanyak lima TPS dipusatkan di satu lokasi di Frankfurt, dengan salah satu TPS terdapat 858 orang DPT.

Anita, WNI yang ikut mencoblos di TPS, mengaku baru kali ini memilih secara langsung. “Karena terlambat daftar (untuk memilih lewat pos). Terpaksa saya ke sini dan ikut antre lama. Pos itu lebih enak,” ujarnya.

Para pemilih di wilayah kerja Konsulat Jenderal RI (KJRI) Frankfurt juga memiliki dua opsi untuk melakukan pemungutan suara. Metode pertama melalui pos. PPLN Frankfurt mulai mengirim surat suara pada 13 Januari 2024 kepada calon pemilih yang telah mendaftar untuk memilih lewat pos.

Metode kedua yakni melalui bilik Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN). Mengutip CNNIndonesia.com, terjadi empat kali antrean saat pemungutan suara di Frankfurt, yang disebut diadakan di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota.

Bagas Marwan, WNI yang tinggal di Kota Giessen, mengaku datang ke lokasi TPS pada pukul 11.40 waktu setempat dan keluar tiga jam sesudahnya. “Di luar gedung saya antre. Di sana, saya didatangi petugas untuk ditanya dokumen, izin tinggal, dan sebagainya. Di dalam masih harus antre lagi,” ujarnya.

Sepasang suami istri yang menolak menyebutkan namanya sampai mengeluhkan sistem dan keterlambatan pengaturan pencoblosan, meski panitia telah membuat sistem alokasi waktu di surat undangan dan penggunaan kode QR.

Mereka menunggu lebih dari satu jam di tengah kepadatan jadwal. Tidak ada tanda-tanda dimulainya panggilan nomor antrean hingga mereka memutuskan tidak jadi mencoblos.
“Aku lebih baik enggak nyoblos (daripada menunggu lebih lama lagi). Suamiku juga harus masuk kerja,” ujarnya sambil melangkah keluar gedung.
Sementara itu, Reza Rahman Susilo, WNI yang tinggal di Aachen yang berjarak sekitar 270 km dari Frankfurt, merasa beruntung karena terdaftar di TPS 5. “Dari sampai hingga selesai, sekitar 15 menit,” kata dia.

Namun, Reza juga tidak menampik panjangnya antrean yang terjadi selama pencoblosan. Saking lamanya, dia sampai mendengar kekesalan beberapa orang.
“Sampai ada yang bilang, mending golput aja, lalu mereka pulang,” tuturnya.

Menurut Etty Prihantini Theresia, anggota Panwaslu yang bertugas di lokasi, keterlambatan dan lamanya antrean terjadi karena masalah administrasi. Etty mengatakan ada surat suara yang belum ditandatangani oleh ketua PPLN. Akibatnya, ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) belum bisa menandatangani surat suara.

“Menurut peraturan, surat suara harus ditandatangani on-the-spot. (Harus) ada dua tanda tangan. Jadi pemilih menerima (surat suara) dengan tanda tangan ketua PPLN, dan ketua KPPSLN,” ujar Etty.

Salah satu WNI yang tinggal di Hamburg, Zakia Yamani, juga mengungkapkan pengalamannya mencoblos di TPSLN Hamburg pada Sabtu (10/2). Ia menuturkan begitu ramai WNI yang memberikan suaranya di TPSLN kota tersebut.

“Rame banget. (Tapi) pengaturannya rapih. Banyak orang-orang Indonesia datang dari Hamburg dan sekitarnya seperti Hanover, Bremen, Kiel, dan kota-kota kecil lainnya yang lapor (paspor) dirinya tercatat di KJRI Hamburg,” ujar Zakia dikutip dari CNNIndonesia.com.

Ia juga mengatakan jalannya pemungutan suara cukup teratur karena para mahasiswa Indonesia di Jerman ikut membantu petugas PPLN.

Coblosan di Ceko

Panitia Pemilihan Luar Negeri di Praha, Ceko, juga telah melangsungkan pemungutan suara pada Sabtu (10/2) pukul 08.00 sampai 18.00 waktu setempat.
Dalam keterangan resmi, PPLN Praha menyebut total daftar pemilih tetap di Republik Ceko adalah 383 orang. Sementara jumlah daftar pemilih tetap tambahan luar negeri (DPTbLN) yang terdata PPLN hingga H-7 pemungutan suara sebanyak 197 orang.

Tidak semua dari WNI yang menjadi DPTbLN serta yang sudah hadir di KBRI untuk menunggu sisa surat suara di TPS bisa menyalurkan hak pilih. Hal itu lantaran keterbatasan surat suara cadangan yang hanya dua persen dari total DPT. Return to Sender dari TPS Pos dan surat cadangan pos juga cuma sebanyak 19 surat suara.
Karenanya, cuma 81 orang DPTbLN yang akhirnya bisa mendapatkan sisa surat suara dan berkesempatan menyalurkan hak pilih. PPLN Praha melaporkan tepat pukul 18.00 waktu setempat, pemungutan suara selesai dilakukan dan dilanjutkan dengan penyegelan kotak surat suara oleh KPPSLN Praha.

Kotak suara itu kemudian disimpan untuk dilakukan penghitungan suara pada 14 Februari 2024, bersamaan dengan proses perhitungan suara di Indonesia
Perhitungan suara di Praha disiarkan secara live melalui IG akun PPLN Praha sehingga dapat disaksikan langsung oleh seluruh warga Indonesia yang tinggal di Republik Ceko.

Coblosan di Turki

PPLN di Ankara, Turki, sementara itu dilakukan lebih dulu yakni pada Selasa (6/2). Ada 602 WNI yang terdaftar sebagai DPT di TPS Ankara.

Kebanyakan merupakan pelajar yang sedang mengenyam pendidikan di sejumlah universitas ternama di Ankara seperti Middle East Technical University, Ankara University, Bilkent University dan universitas lainnya. Selain itu, WNI di Turki juga terdiri dari WNI pasangan menikah dengan WN Turki dan PMI di sektor perhotelan dan spa.
Menurut keterangan PPLN Ankara, pencoblosan tak cuma dilakukan di TPS Ankara, tetapi juga di TPS Sakarya yang berjarak 350 kilometer dari Ankara. Sakarya menjadi salah satu kantong masyarakat Indonesia di Turki dengan jumlah DPT sebesar 678 orang.

Tingkat partisipasi pemilih di TPS Ankara mencapai 65,2 persen sementara TPS Sakarya sebesar 92,33 persen. DPT di Turki sendiri berjumlah 6.161 orang. Total ada tujuh kota Turki yang menggelar pemungutan suara, yaitu Kutahya, Antalya, Izmir, dan Bursa dengan metode Kotak Suara Keliling (KSK). Kemudian di Ankara, Istanbul, dan Sakarya melalui TPS. (*)

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.