Let The Young Take the Lead!

oleh
Imam Shamsi Ali (Foto: CNNIndonesia)

Tentu perubahan yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau sekedar perubahan maka semua akan berubah secara alami atau dipaksa oleh alam. Karena itu sunnatullah dalam ciptaanNya (fil-kaun).

Salah satu aspek perubahan  sebuah kaum atau bangsa adalah perubahan kepemimpinan. Menjadi tuntutan sebuah bangsa untuk berani keluar dari zona nyaman (comfort zone) untuk menghadirkan pemimpin yang lebih muda, kredibel, pintar dan berintegritas. Bahkan di masa yang tidak seperti biasa ini diperlukan pemimpin yang “unconventional” (yang tidak seperti biasanya).

Saya sengaja memulai tulisan ini dengan penggambaran perubahan secara filosofis. Biarlah bangsa ini mulai berfikir, merenung dan membuka belajar membuka wawasan.

Masanya bangsa ini menghentikan pemikiran singkat. Pikiran hura-hura kampanye, yang terkadang membawa maut. Pikirkan masa depan bangsa dan negara ini. 

Padahal poin tunggal yang ingin saya sampaikan adalah bahwa di negara Indonesia begitu banyak sosok muda yang hebat. Baik yang telah ada di jajaran kepemimpinan nasional maupun daerah, bahkan yang masih berada di luar lingkungan birokrasi.

Mereka dapat menjadi pemimpin yang kredibel, kapabel dan berintegritas, yang mampu membawa bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik.

Kepada generasi lanjut, apalagi telah pernah hadir di laga kompetisi kepemimpinan itu harusnya sadar. Mereka telah lewat. Mereka punya masanya. Sekarang ini bukan lagi masa mereka. Kalau dipaksakan maka mereka akan tergilas dan menjadi korban perputaran zaman (perubahan).

Biarkan mereka yang masih berumur di bawah 65 tahun mengambil alih estafeta kepemimpinan di negeri ini. Yang tua sadarlah jika anda telah kadaluwarsa. Dan yang lebih penting, tidakkah anda sadar jika bau tanah itu semakin menusuk hidung? 

Sadar man. Sadar lady. Your time is up! (*)


NYC Subway, 9 Juni 2021 
* Presiden Nusantara Foundation

No More Posts Available.

No more pages to load.