Literasi dan Inklusi Keuangan, Gubernur Khofifah Optimistis Jatim Bisa Nomor 1

oleh

Bertumpu pada UMKM

Dalam kesempatan tersebut Khofifah mengingatkan, bahwa 80 % ekonomi global pada 2030 akan banyak bertumpu pada sektor UMKM. Disamping itu 99 % layanan UMKM akan dilakukan melalui daring, serta 85 % UMKM di Indonesia masuk ke e-commerce.

Oleh karena itu, gubernur perempuan pertama di Jatim itu memastikan bahwa digitalisasi sektor keuangan merupakan infrastruktur pendukung yang penting bagi koneksitas UMKM secara daring dalam tataran global. 

“Generasi sekarang perlu memahami dan menyiapkan diri, bahwa upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar pada hari ini sangat penting, karena menjadi bagian dari upaya menyiapkan ekosistem menghadapi tantangan ekonomi digital ke depan,” tegasnya.   

Sejauh ini, kata Gubernur Khofifah, Provinsi Jatim menjadi kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Sedangkan pada Triwulan II, Investasi di Jatim sebesar Rp. 34,8  Triliun dan  30,2 % ada di Kota Surabaya. Artinya, kontribusi PDRB Kota Surabaya terhadap Provinsi Jawa Timur tumbuh luar biasa, hampir 25 %. 

“Ketika lembaga yang memiliki otoritas di bidang industri keuangan memiliki ruang untuk mengkoordinasikan secara lebih efektif dan produktif bagi Jatim dan itu menjadi penting karena masih banyak ekonomi masyarakat yang lesu pasca PPKM Darurat di Juli dan PPKM berlevel di Agustus,” urainya. 

Lebih lanjut Khofifah mengungkapkan bahwa pada September 2021 Jawa Timur mengalami deflasi 0,11 persen. Kondisi ini disebabkan oleh turunnya harga-harga bahan pokok makanan yang diperkirakan akibat adanya pembatasan kegiatan masyarakat yang menyebabkan turunnya daya beli atau konsumsi terutama seperti telur. 

No More Posts Available.

No more pages to load.