TULUNGAGUNG| DutaIndonesia.com – Mohammad Soleh, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Tulungagung, berangkat menunaikan ibadah haji melalui jalur darat menggunakan sepeda motor. Kepala Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ini melakukan perjalanan sangat jauh ke Tanah Suci menggunakan motor Honda CB500X.
M. Soleh, yang dikenal sebagai kades pemberani ini, memulai perjalanan dari Tulungagung pada tanggal 12 Mei 2023 lalu. Namun, perjalanan religinya tertahan di perbatasan antara Thailand dan Myanmar sebab negerinya peraih Nobel Perdamaian tahun 1991, Aung San Suu Kyi itu sedang dilanda perang saudara.
“Info terakhir tadi (Senin 5 Juni 2023) pagi pas saya video call dengan Beliau, Pak Soleh terpaksa harus balik lagi ke Malaysia. Beliau sudah sampai di perbatasan Thailand dan hendak masuk Myanmar tapi pasukan penjaga perbatasan melarang masuk Myanmar, karena di sana sedang dalam keadaan konflik,” kata Hari Cahyono, Kades Pulosari, Kec. Ngunut, yang juga Wakil Sekretaris AKD Tulungagung, kepada DutaIndonesia.com, Senin (5/6/2023) sore.
Situasinya masih perang saudara. Semua pelaku perjalanan darat disuruh balik oleh pasukan penjaga perbatasan. Dari pihak Kedutaan RI juga mengatakan hal yang sama, sehingga M. Soleh kembali lagi ke Malaysia dengan pertimbangan banyak saudara dan teman di Malaysia.
“Selanjutnya perjalanan ke Tanah Suci dilakukan dengan pesawat. Pak Soleh akan terbang berangkat berhaji melalui Malaysia tanggal 8 Juni lusa,” katanya.
“Saya ikut mengawal Beliau saat berangkat berhaji menggunakan motor ini sampai Trenggalek,” katanya lagi.
Saat berangkat dari Tulungagung, selain Hari Cahyono, sejumlah warga juga ikut mengantar perjalanan spiritual M. Soleh sampai Trenggalek. Selanjutnya perjalanan ditempuh melalui sejumlah daerah di Jawa, Sumatera, Singapura, Malaysia, Thailand, dan hendak masuk Myanmar.
“Jalur menuju Myanmar hanya satu. Saat di perbatasan itu, semua orang, termasuk sejumlah orang lain yang mau berhaji via darat, juga dilarang masuk, sehingga terpaksa kembali, tidak ke Bangkok Thailand, tapi ke Kuala Lumpur Malaysia sebab banyak saudara dan teman di sana. Sekarang Beliau di Kuala Lumpur menunggu penerbangan ke Tanah Suci,” katanya.
Lalu apa pengalaman menarik yang diceritakan M. Soleh selama dalam perjalanan? Tentu banyak cerita menarik. Namun yang paling berkesan tentu saja saat harus kembali lantaran tidak bisa masuk negeri Myanmar. Ya, Negeri Seribu Pagoda atau “The Land of The Golden Pagoda” itu sedang bergolak karena perang saudara.
M. Soleh, Ketua AKD Tulungagung, Berhaji Pakai Motor: Gagal Masuk Myanmar karena Negeri Seribu Pagoda Dilanda Perang Saudara
“Katanya Myanmar sedang perang. Jasa pasukan pengawalan juga tidak berani mengawal, kalau nekat masuk negara itu, dalam perjalanan bisa-bisa kena tembakan nyasar, ndak sampai Makkah malah sampai akhirat,” kata Hari Cahyono, sambil tersenyum, menirukan ucapan M. Soleh. (gas)












