PAMEKASAN|Dutaindonesia.com –Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, selama dua hari mulai Rabu (1/2/2023) menggelar Bimbingan Teknis Pengelola Perpustakaan Sekolah Dasar. Kegiatan ini digelar di Hotel Cahaya Berlian Jalan Trunojoyo, diikuti 50 peserta dan dibuka Kadisdikbud Pamekasan Akhmad Zaini MPd.
Ditemui usai membuka acara, Akhmad Zaini mengatakan kegiatan ini terkait dengan salah satu misi pendidikan yakni penguatan literasi. Sukses literasi perlu dukungan manajemen pengelolaan perpustakaan sekolah yang bagus sehingga membangkitkan siswa gemar membanca dan menulis.
“Perpustakaan yang mampu membangkitkan minat baca siswa itu yang bagaiamana ? Nah itu pengelola perpustakaan kuncinya. Kalau pengelola perpustakaannya berkompeten, professional, saya kira yang seperti itu bisa terwujud. Makanya kita lakukan pelatihan pelatihan ini,” katanya.
Dia mengaku kondisi perpustakan SD di Pamekasan masih perlu dibenahi, bukan hanya soal pengelolanya saja, namun juga aspek bangunan hingga koleksi buku. Hingga kini, kata Zaini, pengelola perpustakaan sekolah di Pamekasan juga masih menggunakan tenaga honorer dan belum mendapatkan porsi anggaran yang cukup untuk pengembangan mereka.
Meski demikkan dia mengakui sudah ada sekolah yang memiliki perpustakaan bagus yang pengelolannya lumayan baik, terutama SD inti yang ada di perkotaan. Perpustakaan sekolah, kata dia, harus berisi buku referensi guru, buku paket untuk siswa, buku bacaan tambahan lain untuk siswa dan guru.
“Kegiatan hari ini merupakan yang pertama untuk tahun 2023. Semua pengelola perpustakaan idealnya harus bisa memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti bimbingan teknik seperti yang dilakukan kali ini,” terangnya.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Pamekasan Fatimatuz Zahra menambahkan, peserta bimbingan teknis ini adalah pustakawan yang berasal dari sekolah yang perpustakaannya berjalan sehat. Mereka ada yang berlatar belakang pendidikan perpustakaan ada yang bukan sarjana perpustakaan.
Dia mengatakan jumlah SD negeri dan swasta di Pamekasan, sebanyak 474, 412 diantaranya SD Negeri. Dari jumlah itu yang mulai baik berjalan sehat baru 50 sekolah. Karena itu para peserta bimbingan teknis itu nanti diharapkan bisa mengetuk tularkan ilmunya bagi sekolah yang lainnya.
“Kegiatan ini baru dilakukan tahun ini, tujuannya agar peningkatan kualitas SDM bertahap. Jadi gebrakan dari dinas Pendidikan yang sekarang kita lakukan di kegiatan literasi. Yang jelas kalau kegiatan literasi itu maka infrastruktur juga perlu dibenahi, salah satunya perpustakaan itu,” pungkasnya. (mas)














