Agenda Mujahadah dan Ijazah Doa
Jadwal kegiatan Mujahada Kubro 9999 Kader NU Jatim akan dimulai pukul 22.00 dengan pembukaan. Dilajutkan Doa Iftitah surat Al-Fatihah dipimpin KH Adhim Kholili Bangkalan. Tak lupa para peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Subhanul Wathon dan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran.
Sementara Istighotsah dipimpin KH Fahmi Amrulloh Hadzik dari Tebuireng, dilanjutkan ijazah kubro oleh Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Anwar Manshur.
Mujahadah kubro akan dipimpin KH Abdul Matin Bejagung Tuban. Kemudian ditutup doa oleh para kiai sepuh.
Penjelasan Panitia Lokal Ponorogo
Ketua PCNU Ponorogo KH. Fatchul Aziz mengatakan, pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan Mujahadah Kubro. Acara ini pun dirangkaikan kegiatan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Timur setiap 6 bulan sekali.
Saat yang bersamaan, PWNU Jatim juga menginstruksikan kepada PCNU Ponorogo agar menggelar Mujahadah Kubro bagi kader-kader NU.
“Ponorogo dalam kegiatan ini hanya sebagai panitia lokal saja,” kata Fatchul Aziz.
Melalui kegiatan ini, menurut Fatchul Aziz, PCNU Ponorogo berharap mendapatkan keberkahan, utamanya dalam hal pengembangan dakwah Islam Aswaja.
“Kami berharap, para peserta Bahtsul Masail maupun Mujahadah Kubro bisa mengoptimalkan kegiatan ini sebagai sarana silaturrahim bagi kader, sekaligus ngecharge energi juang kepada Mbah Ageng Besari (KH. Mohammad Besari) dan Mbah Hasan (KH. Moh. Hasan Besari),” ujarnya.
Selain masyayikh dan ulama, kader NU dari berbagai penjuru kabupaten/kota di Jawa Timur juga akan ikut berdoa bersama di Tegalsari.
“Kami perkirakan, masa yang akan hadir lebih dari lima belas ribu kader,” papar Luthfi Hadi Aminuddin, Sekretaris PCNU Ponorogo.
Perkiraan jumlah massa yang akan hadir tersebut bukan tanpa perhitungan. Berdasarkan update laporan yang masuk ke sekretariat per Sabtu 18 Juni 2022 saja, sudah mencapai 15 ribu Nahdliyin. Sebanyak 45 PCNU se-Jawa Timur mengirimkan utusannya dalam jumlah beragama dan menggunakan berbagai kendaraan, baik mobil pribadi maupun bus.
Lebih jauh dijelaskan Luthfi, ada 2 rangkaian acara yang akan digelar, pertama Bahtsul Masail selama 2 hari yang akan diikuti pengurus LBM PCNU se-Jawa Timur dan utusan dari Pondok Pesantren.
“Untuk persiapan mujahadah ini lebih ekstra karena pesertanya bisa lebih dari lima belas ribu,” jelasnya.
Luthfi Hadi Aminudin juga menambahkan, perhelatan akbar ini harus bisa memberikan keberkahan bagi semuanya. Khususnya bagi warga sekitar yang diperkirakan bakal terdampak.
“Kita sudah koordinasi dengan tujuh Mbah Lurah di sekitar lokasi. Mulai dari penyediaan ojek, parkir dan kegiatan ekonomi lainnya.
“Untuk mensukeskan acara, PCNU Ponorogo menggerakkan seluruh lembaga dan banom di bawah naungan keluarga besar NU Ponorogo.
“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polres, Kodim dan Dinas Perhubungan, begitu juga dengan Ansor dan Banser untuk memandu kedatangan para tamu sampai ke lokasi mujahadah,” kata Sekretaris PCNU Ponorogo Luthfi Hadi Aminuddin. (gas)
IKLAN: Kunjungi Resto & Kafe GAS di Jl. Raya Tlekung Kec. Junrejo Kota Batu:















