SURABAYA | DutaIndonesia.com – Suatu ketika, ada seorang perempuan yang mengadu kepada Rasulullah SAW sehubungan dengan kebiasaan suaminya yang selalu membawa teman-temannya untuk bertandang ke rumah.
Dia merasa selalu repot dengan tamu-tamu suaminya karena harus membuatkan jamuan atau minimal membuatkan minuman.
Menanggapi aduan perempuan ini, Rasulullah mengatakan akan segera mendatangi rumahnya. Ketika Rasulullah datang, perempuan dan suaminya menyambutnya dengan penuh penghormatan dan beraneka hidangan. Setelah itu Rasulullah SAW berpamitan pulang seraya berkata kepada suaminya, ikutilah aku dan ajaklah istrimu untuk mengikuti di belakangku, lalu lihatlah apa yang terjadi.
Perempuan dan suaminya membuntuti langkah Rasulullah SAW dan betapa terkejutnya ketika melihat bermacam binatang (ular, kalajengking, ulat, dan sebangsanya) keluar seakan terseret oleh langkah Rasulullah.
Begitulah setiap kali tamumu pulang, dia akan membawa segala sengkala (kesialan) yang ada di rumahmu, sejalan dengan langkah kepulangan tamumu.
“Jadi jangan biarkan tamumu datang tanpa penghormatan, karena kedatangannya akan membawa rezeki dan kepulangannya akan membawa ampunan,” kata Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA, pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, kepada para santrinya, saat ‘ngaji kitab kuning’, Senin subuh 1/12/2025.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Masih dalam sebuah hadist dikatakan, yang artinya; “Apabila ada tamu yang masuk ke sebuah kampung, maka dia masuk dengan membawa rezekinya, dan ketika tamu ini keluar, dia keluar dengan membawa ampunan dosa-dosa mereka. (HR Dailami).
Bahkan dalam Riwayat yang sering dituturkan para ulama, “Tamu datang dengan membawa empat perkara: berkah, rahmat, pengampunan dosa bagi mereka (tuan rumah), dan syafaat.”
Dijelaskan oleh Kiai Asep, menghormati tamu itu bukan harus menjamunya dengan aneka makanan yang enak-enak. Namun lebih pada cara menerimanya dengan ramah-tamah, senyuman, persaudaraan.
“Kalau kebetulan ada makanan, kue, buah, minuman ya disajikan. Kalau kebetulan nggak ada, ya cukup air putih juga nggak apa-apa. Jadi jangan mengada-ada, sajikan apa adanya, apa yang sedang kalian punya,” jelas Kiai Asep.
Pada kesempatan tersebut, Kia Asep juga mengingatkan, bahwa tamu bagian dari kegiatan silaturahim. Dimana silaturahim sangat dianjurkan.
Keutamaan silaturahmi antara lain, memperpanjang usia dan melimpahkan rezeki, mendekatkan diri kepada Allah Swt, serta merupakan kunci masuk surga karena termasuk ibadah yang sangat dianjurkan.
Menjaga silaturahmi juga menghapus dosa, mempererat persaudaraan, menumbuhkan kasih sayang, dan menghadirkan keharmonisan. (Moch. Nuruddin)











