KUALA LUMPUR|DutaIndonesia.com – Dalam rangka menyemarakkan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, PCI Muslimat NU Malaysia tahun ini menggelar acara tersebut sebanyak dua kali.
“Kita sengaja membaginya dua. Yang pertama di hotel yang diadakan secara khusus oleh PCI Muslimat NU Malaysia dan yang kedua di surau yang diadakan oleh tim sanggar belajar yang sebenarnya juga merupakan bagian dari Muslimat itu sendiri,” tandas Dra Mimin Mintarsih, Ketua Umum PCI Muslimat NU Malaysia, Selasa (25/10/2022) kemarin.
Dengan hadirin berjumlah sekitar 300 orang, acara yang pertama berhasil di selenggarakan pada Senin (24/10) di Hotel EDC yang berada di kawasan Chowkit Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan tersebut berkesempatan hadir Yoshi Iskandar, Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Ahmad Muidi, Ketua Pertubuhan Nahdlatul Ulama Kuala Lumpur (PNUKS), dan Habib Husnul Yaqin Mustasyar yang merupakan Rais Suriyah dan Tanfidiyah PCINU Malaysia.
Turut hadir juga perwakilan dari seluruh badan otonom (banom) PCINU Malaysia beserta beberapa organisasi masyarakat di sekitar Kuala Lumpur.
Adapun yang didapuk menjadi pembicara adalah Achmad Bagus Maulana yang akrab dengan panggilan ‘Gus Maulana’. Beliau adalah salah satu dai yang banyak membantu dan berkomunikasi dengan teman-teman Muslimat di Sidoarjo.
Dalam acara yang dimulai setelah Dzuhur tersebut, Gus Maulana menyerukan kepada jamaah yang datang untuk lebih kontemplatif dalam memaknai peringatan Maulid Nabi.
Peringatan tersebut, terangnya, tidak boleh hanya berhenti pada mengucapkan shalawat, namun harus juga sampai pada bagaimana mengikuti perilaku keseharian Nabi Muhammad Saw dari ibadah hingga kebiasaan sehari-hari.
Di sela-sela pemberian nasihat, beliau juga mengajak para jamaah bershalawat sembari menyisipkan humor-humor segar.
Adapun acara yang kedua diadakan di Surau al-Ikhlas, Sungai Mulia 5, Gombak Kuala Lumpur.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang tersebut juga berlangsung cukup meriah. Di antaranya adalah lantaran kedatangan 20 mahasiswa dari Indonesia.
“Iya, benar. Mereka [20 mahasiswa] yang berasal dari Universitas Negeri Malang ini akan KKN [Kuliah Kerja Nyata] di beberapa sanggar bimbingan yang dikelola oleh PCI Muslimat NU Malaysia, SIKL [Sekolah Indonesia Kuala Lumpur], dan beberapa lembaga lainnya,” terang Mimin.
Turut hadir juga menemani mereka para dosen pembimbing; Dr. Ahmad Munjin Nahsih, Dr. Desti Nur Aini, dan Prihatini Retnaningsih, S.E.
Termasuk juga tampak hadir Dady Rosadi, perwakilan dari SIKL dan beberapa Mustasyar PCINU Malaysia.
Dengan alokasi anggaran sekitar Rp 38 juta, kedua acara berlangsung sukses.
“Alhamdulillah. Acara yang di hotel habisnya sekitar Rp 35 Juta. Sementara yang di surau mungkin sekitar Rp 3 Juta. Itu semua diambilkan dari sumbangan seluruh pengurus PCI Muslimat NU Malaysia, juga para wali murid Sanggar Bimbingan Sungai Mulia,” tambah Mimin.
Acara kedua yang berdurasi tiga jam tersebut akhirnya ditutup tepat sebelum Dzuhur. (Aziz/Mimin)














