n Memoriam Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya: Politisi Bersahaja Melayani Rakyat

oleh
Dominikus Adi Sutarwijono
Dominikus Adi Sutarwijono

SURABAYA | DutaIndonesia.com – Warga Surabaya kehilangan figur politisi teladan. Ketua DPRD Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, wafat pada Selasa, 10 Februari 2026 malam pukul 20.36 WIB. Adi yang menjabat selama dua periode yakni 2019–2024 dan 2024–2029 menghembuskan napas terakhir di RS MRCCC Jakarta. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi jajaran DPRD Surabaya serta warga Kota Pahlawan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengenang Adi Sutarwijono sebagai politisi yang bersahaja tapi juga jenius dalam berpikir. “Selain itu Beliau teguh dalam bersikap,” katanya.

Selama menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya, almarhum dikenal mampu menjaga suasana kerja yang kondusif di tengah perbedaan pandangan politik. Sikapnya yang tenang menciptakan harmoni atas segala keberagaman politik anggotanya.

“Sehingga dalam kepemimpinan Beliau, DPRD Surabaya mampu melayani warga dengan baik,” ujarnya.

Arif Fathoni menyampaikan, almarhum merupakan figur pelayan rakyat yang dekat dengan masyarakat. Adi Sutarwijono disebut tidak pernah membangun jarak dengan warga dan selalu membawa pandangan jauh ke depan untuk Surabaya.

“Surabaya kehilangan seorang pelayan rakyat yang tidak membuat jarak dengan rakyat, seorang pelayan rakyat yang melihat Surabaya dengan visi ke depan,” kata Fathoni.

Selain sebagai pimpinan Dewan, almarhum juga dikenang sebagai sahabat dan rekan diskusi yang hangat. Hubungan personal keduanya terjalin cukup lama dalam membahas berbagai persoalan kerakyatan di Surabaya.

“Saya bersahabat dengan Mas Adi cukup panjang, dia partner diskusi yang baik dalam mengurai segala problematika kerakyatan di Surabaya,” tuturnya.

Fathoni menyampaikan doa dan salam perpisahan untuk Adi Sutarwijono. Dia berharap nilai pengabdian almarhum terus menjadi teladan bagi DPRD Surabaya. “Sugeng tindak Mas, persahabatan kita abadi,” katanya.

Adi Sutarwiyono semasa kuliah di FISIP Universitas Airlangga (Unair) dikenal sebagai aktivis kampus. Sempat aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Adi juga terpilih sebagai mahasiswa teladan se-Unair. Dia terpilih pula sebagai lulusan terbaik ketika itu.

Pria yang akrab disapa Awi tersebut lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968. Sebelum terjun ke dunia politik, Awi lebih dahulu meniti karier di bidang jurnalistik dimulai di Harian Surya pada periode 1996 hingga 2000, lalu bergabung dengan Majalah Tempo dan bekerja sebagai jurnalis pada rentang 1999–2003.

Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya ini kemudian bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2003. Di internal partai, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Langkah Awi ke lembaga legislatif dimulai pada 2012. Saat itu, ia masuk sebagai anggota DPRD Kota Surabaya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Sejak itu, kiprah politiknya terus berkembang dan mendapatkan kepercayaan publik.

Pada Pemilu 2014, Awi terpilih sebagai anggota DPRD Kota Surabaya melalui pemilihan langsung. Kepercayaan masyarakat kembali ia raih pada Pemilu 2019 dan Pemilu 2024. Dalam tiga pemilu tersebut, ia mewakili Daerah Pemilihan Surabaya III yang meliputi tujuh kecamatan di wilayah timur dan selatan Kota Surabaya.

Pada tahun 2005, tidak lama setelah bergabung di DPRD Surabaya, Adi terlibat aktif dalam Tim Kajian Peningkatan Kinerja DPRD, duduk sebagai wakil ketua mewakili Fraksi PDIP. Fokusnya peningkatan kinerja DPRD dalam bidang anggaran.

Namun, ia menyadari bahwa fungsi pengawasan DPRD, khususnya dalam pengelolaan APBD, masih sangat lemah. Untuk mencari solusi, Adi mengikuti studi singkat selama 3 minggu di Australian Public Accounts Committee, Melbourne. Sepulang dari sana, ia pun mulai gencar memperjuangkan pembentukan komite etik dewan.

Puncak karier legislatifnya ditandai dengan terpilihnya Awi sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya untuk periode 2019–2024. Ia kemudian kembali dipercaya memimpin DPRD Surabaya untuk periode 2024–2029. (bj/ssn)

No More Posts Available.

No more pages to load.