NEW YORK|DutaIndonesia.com – New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) siap menggelar International Fashion & Art Week (IFAW) ke-9 di 48th Wall Street Events, New York, NY 10005, 11 Februari 2022 lusa. Sebanyak 10 desainer dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia, akan tampil bersama karya mereka di ajang fashion bergengsi tersebut.
Founder dan director NYIFW, Vanny Tousignant, secara khusus akan menampilkan batik asal Desa Toket, Kabupaten Pamekasan, Madura, dalam event internasional ini. “Saya ikut show juga membawa desain saya batik Pamekasan untuk penutupan dan models akan membawa boneka karya Cinderella Indonesia,” kata Vanny Tousignant kepada DutaIndonesia.com, Selasa (8/2/2022).
Vanny sengaja membeli batik Pamekasan langsung dari perajinnya yang ada di Desa Toket setelah melihat kekhasan batik ini. Sebagai orang Indonesia yang sudah sekitar 30 tahun tinggal di Amerika Serikat, Vanny terpanggil untuk mempromosikan batik–warisan budaya tak benda dunia asal Indonesia versi UNESCO– dan produk UMKM lain ke pasar global.
“Batik Pamekasannya saya beli dari ibu pengrajin kemarin dari Desa Toket. Selain itu ada juga dari daerah lain. Untuk desainer total ada 10 desainer. Seharusnya 16 desainer tetapi beberapa orang negaranya masih ketat dengan peraturan Covid-19 sehingga tidak bisa tampil di event kali ini,” katanya.
Selain batik Pamekasan hasil karya Vanny sendiri, ada juga desainer yang membawa batik Nusantara. Ada campuran batik Bali dan Jawa. Dan ada juga Batik Jawa Barat. Sementara untuk tenun ada Tenun Tidore.
“Kalau desainer dari Indonesia, 3 desainer hijab dari Jakarta, Bogor dan Tangerang. Lalu 1 dari Jawa Barat, 1 dari Tidore, 1 dari Papua, 1 dari Malang tapi tinggal di New York, 1 dari Bali. Dan saya sendiri membawa batik Pamekasan,” kata Vanny.
Kesepuluh desainer itu antara lain Seinaa Hijab, Kameela Hijabku, Azfael By Dinda, Septi Dwi Okana, Dian Narulita Hapsari, Milan Conny, Popong Sopia, Anitawati, Lisa Hariyanti, Tari Made, Livina Miwardi, dan Merry Salmeri.

Sedang penampilan boneka Cinderella Indonesia, kata dia, karena boneka ini ciri khasnya memakai batik. Melihat dari website cinderellaindonesia.com, motto dari Cinderella Indonesia adalah one friend one doll. Visinya membantu masyarakat Indonesia dengan menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi perempuan.
Sementara misinya adalah membuat boneka bernuansa Indonesia dengan menggunakan Batik Girl, mengembangkan industri kreatif Indonesia dengan memberdayakan narapidana perempuan, dan membangun industri kreatif di Lapas Wanita di Indonesia. (gas)













