JAKARTA|DutaIndonesia.com – Inggris bukan hanya dibuat sibuk menghadapi varian baru Covid-19, Omicron. Bahkan di negeri ini dilaporkan ada kematian pertama akibat Omicron. Padahal vaksinasi ini Inggris sudah mencapai herd immunity sebab sudah 90 persen warganya sudah divaksin.
Terkait hal itu ada pelajaran berharga di balik Omicron ini. Yakni bahwa memerangi Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh suatu negara termasuk satu daerah. Di Inggris sudah mencapai kekebalan komunal, tapi di Afrika belum sebab baru sedikit warganya yang sudah divaksin. Maka Corona pun bermutasi jadi Omicron yang akhirnya menembus pertahanan Inggris.
Mengutip detik.com, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin munculnya varian Omicron menunjukkan vaksinasi Corona dunia tidak adil. Contohnya Afrika dan Inggris tadi.
“Bapak-ibu, Omicron itu adalah pertunjukan yang sangat baik betapa ketidakadilan vaksinasi jadi tidak ada gunanya. Jadi sehebatnya Inggris vaksinasi sekian 80-90 persen, karena dia tidak kasih vaksinnya ke orang Afrika, orang Afrika tertular banyak, jadi mutasi, keluar varian baru, varian barunya masuk ke Inggris,” kata Menkes Budi dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, Selasa (14/12/2021).
Menurut Budi, keadilan vaksinasi Corona bukan perkara sosial, namun juga ilmu pengetahuan. Vaksinasi Corona satu negara tak bisa disebut akan menuntaskan pandemi, buktinya kemunculan Omicron di Afrika.
“Jadi unsur keadilan itu bukan soal sosial, tapi soal science, jadi it’s no ethically wrong, scientifically wrong. Kalau kita berpikir vaksinasi satu negara, selesai urusan,” ujarnya.
Mutasi Corona, kata Menkes Budi, besar kemungkinan terjadi di negara yang mengalami ketidakadilan vaksinasi. Varian baru yang muncul pun akhirnya berdampak ke negara yang sudah mapan dengan vaksinasi.
“Karena mutasi bisa terjadi di negara yang tidak divaksinasi, kemudian dia bisa menularkan ke negara yang sudah vaksinasi penuh, seperti Israel, Singapore, dan seterusnya,” ucap Menkes Budi.
“Itu sebabnya, ini harus pekerjaan bersama-sama di dunia, sama-sama di dunia,” imbuhnya. (det)









