Pameran Seni Rupa “Pethak ArtSpace” Tandai Junrejo sebagai Pusat Seni Budaya di Kota Batu

oleh

KOTA BATU|DutaIndonesia.com – Sejumlah seniman membuat terobosan pameran seni rupa di Kota Batu, Jawa Timur. Para seniman ini tidak menggelar pameran seni rupa di tempat umumnya karya seni disajikan untuk dinikmati masyarakat seperti di galeri atau taman budaya tapi mereka menampilkan karya di sebuah gedung balai desa. Namun balai desa ini tidak sekadar kantor untuk keperluan warga mengurus masalah administrasi desa tapi juga memiliki banyak fungsi. Salah satunya sebagai pusat seni budaya di Kota Batu.

Ya, itulah Gedung Kawilujenangan Karaharjan yang berada Jl. Diponegoro No. 240 Junrejo Kota Batu Jawa Timur. Gedung ini cukup mencolok. Cukup megah. Setiap wisatawan yang berlibur ke Kota Batu dan melintasi Jl. Diponegoro dari arah Kec. Dau Kab. Malang pasti melihat gedung “white house” ini sebab selain besar, arsitekturnya bagus, warnanya memang putih bersih berbeda dengan gedung lain di sekitarnya. Lokasinya tepat di kawasan Simpang Lima Junrejo yang mengakses hampir semua destinasi wisata di Kota Batu, seperti Predator Park dan Gua Jepang di Desa Tlekung, Desa Wisata Junrejo, Cuban Rais, Batu Garden Flower, Cuban Putri, BNS di Oro-oro Ombo, maupun Jatim Park 2 dan 3.

Semula banyak yang bertanya soal keberadaan gedung ini. Kini para wisatawan semakin tahu bahwa gedung itu selain merupakan Balai Desa Junrejo, juga sebagai pusat seni-budaya di Kota Batu. Gedung ini pun bisa jadi akan mendapat label baru sebagai Pethak ArtSpace.

Nah, bibit kawit-nya gedung ini sebagai pusat kegiatan seni budaya di Kota Batu ditandai dengan pameran seni rupa yang menampilkan karya sejumlah seniman dari berbagai daerah yang dibuka tepat di Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77, Rabu (17/8/2022). Pameran berlangsung hingga 21 Agustus 2022.

Para perupa yang tampil antara lain Akhmad Ramadhan, Dadang Rukmana, Dhafira Amalia, Djoeari Soebardja, Fadjar Djunaiedi, Herry Purwanto, Iksan Brengkele, Isa Anshori, Gusbandi Harioto, Kasiyanto Ubud, Koeboe Sarawan, M. Watoni, Ponimin, Muchlis Arif, Pranoto Gomo, Rifa’i Prasasti, Rommy Setiawan, Soegiono, Supriono, Suwandi Waeng, Tommy Cash, dan Yusfianto.

Sebagai daerah wisata, Kota Batu masih butuh banyak ruang untuk ekspresi berkesenian dan berkebudayaan bagi warganya. Mengapa? Ya tentu saja karena daya tarik wisata utama bagi industri pariwisata adalah seni budaya. Kekayaan seni-budaya suatu daerah akan menjadi pembeda antara kota wisata satu dengan kota wisata lain dalam menarik wisatawan yang berkunjung. Bila Kota Batu hanya mengandalkan wisata alamnya saja, pasti akan ditinggalkan para pelancong yang semakin hari semakin banyak mendapatkan pilihan tujuan wisata. Apalagi sekarang Pemerintah menggencarkan desa wisata dengan berbagai produk unggulannya masing-masing.

Maka, kehadiran Pethak ArtSpace Junrejo merupakan momen yang tepat untuk semakin menggairahkan iklim berkesenian dan berkebudayaan sekaligus menggalakkan industri pariwisata di Kota Batu yang mulai menggeliat pasca-pandemi Covid-19. Seni-budaya dan pariwisata bisa bersimbiosis mutualistis menjadi industri kreatif yang goalnya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan seniman dan para pecinta seni-budaya di negeri ini. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.