Peningkatan Produksi
Selain itu, Wagub Emil menganjurkan adanya peningkatan produksi dan produktivitas buah, sayuran, tanaman obat dan florikultura, serta pengembangan diversifikasi pangan lokal dengan stabilisasi pasokan komoditas hortikultura, pengembangan “Smart Farming” dan pemanfaatan “Screen House”.
“Lebih bagus lagi kalau ada pengembangan korporasi petani dan digitalisasi sistem informasi hortikultura untuk meningkatkan volume ekspor, menambah ragam komoditas ekspor dalam bentuk produk olahan hasil UMKM Hortikultura, serta menambah akses pasar,” lanjutnya.
Meski begitu, mantan Bupati Trenggalek tersebut mengaku bahwa akan ada tantangan yang dihadapi masyarakat untuk melakukan branding dan marketing yang sesuai dengan kebutuhan jaman.
Maka dari itu, harus ada intervensi dari pemerintah untuk mewujudkannya.
“Memang perlu ada intervensi dari pemerintah, bagaimana kita mengedukasi masyarakat dan memfasilitasi hal-hal mendasar seperti publikasi. Insya Allah, setelah ini akan dibicarakan oleh pihak-pihak terkait untuk pengajuan nama kentang dan kebijakan yang ada,” tambahnya.
Sementara itu Bupati Pasuruan Irsyad mengatakan, Pemkab Pasuruan memang telah menyiapkan program kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan petani.
“Saat ini telah berjalan pemberian bibit unggul untuk petani. Lalu ada pula relokasi dan penyempurnaan balai desa untuk bisa dimanfaatkan oleh warga, termasuk kelompok tani. Nantinya di balai desa tersebut dapat diadakan kelas pembekalan untuk penambahan skill kelompok masyarakat,” tuturnya.
Acara Panen Raya Kentang ini merupakan bagian dari Kampanye “Back to Nature” yang diadakan oleh PC Pergunu Raya dengan LSM Lingkar Bromo.
Di mana, di dalamnya berisikan dialog interaktif antar kelompok masyarakat, termasuk petani, peternak, dengan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian lokal. (ndc/ima)













