Pelecehan Seksual di Unesa, Korban dan Pelaku Bertambah, Polisi Turun Tangan

oleh

Korban Bertambah

Dalam kasus ini, korban kasus dugaan pelecehan seksual di Unesa terus bertambah. Diduga sudah ada sembilan mahasiswa yang melapor dengan melibatkan empat dosen.

Hal tersebut diungkapkan oleh, @dear_unesacatcallers, akun Instagram yang pertama kali memviralkan kasus dugaan pelecehan dosen Unesa melalui postingan, pada Minggu, 9 Januari 2022.

“Ada sembilan mahasiswi, empat orang (dosen),” singkatnya, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat di aplikasi Instagram.

Admin akun @dear_unesacatcallers menambahkan, setidaknya sudah ada sembilan mahasiswa yang melapor dari berbagai fakultas di Kampus Unesa. Selain itu, pelaku juga dosen yang berbeda-beda pula.

“Beda fakultas dan beda pelaku (dosen),” ucapnya.

Kasus serupa juga diduga terjadi di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen FBS Unesa diterangkan akun Instagram @dear_unesacatcallers. Dalam unggahan satu hari yang lalu, akun tersebut menceritakan kronologi dugaan pelecehan seksual mahasiswi, yang dilakukan dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) berinisial DW.

Dosen DW diduga kerap memanggil mahasiswinya dengan sapaan ‘cantik’ dan ‘sayang’. Pada korban 1, DW meminta kontak ponsel agar bisa berkomunikasi lebih intens.

Saat itu korban 1 belum curiga. Beberapa waktu kemudian, DW mengutarakan perasaan kangen pada korban 1 melalui pesan WhatsApp. DW juga menghubungi korban dengan memanggil ‘sayang’ dan ‘cantik’.

Pada saat perkuliahan daring, DW juga mengirim pesan pada korban. DW meminta bertemu tanpa didampingi pasangan korban.

Pada korban 2 yang merupakan mahasiswi bimbingan, DW juga mengirim pesan. “Menurut saya, kamu tidak cocok jadi mahasiswi bimbingan saya, kamu lebih pantas jadi pacar saya,” berikut pesan yang dikirim DW.

Pada awal pandemi COVID-19, DW meminta korban 2 untuk melakukan bimbingan di rumahnya. Tetapi atas larangan Kepala JBSI, korban 2 tidak datang ke rumah DW.

Lalu pada korban 3, DW sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp dengan kata-kata yang tak pantas. “Basah. Biar kita mandi bersama. Ha ha ha,” berikut pesan yang dikirim DW.

Kepolisin Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) juga melakukan penyelidikan terkait dugaan pelecehan yang terjadi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Saat ini korps Bhayangkara ini mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk mengetahui seperti apa alur ceritanya.

“Kita mengumpulkan informasi dulu atau pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) untuk mengetahui bagaimana sih rangkaian peristiwanya,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (13/1/2022). (nas)

No More Posts Available.

No more pages to load.