Pemkab  Madiun Gagas Kegiatan BST Bersama  Media

oleh

MADIUN|DutaIndonesia.com – Pemkab. Madiun akan melaksanakan Bakti Sosial Terpadu (BST) setelah dua tahun mengalami stagnasi karena pandemi covid 19.  Konsep BST digagas bersama OPD Pemkab Madiun dengan melibatkan sejumlah media di Kabupaten Madiun.

Acara tersebut digelar di Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, Selasa (9/8/2022).

Kepala Bappeda Pemkab Madiun,  Kurnia Aminulloh memaparkan, BST akan digelar  dengan melibatkan semua unsur masyarakat termasuk di dalamnya ada keterlibatan media. Selain sebagai bentuk sinergisitas antara Pemerintah dengan media, diharapkan konsep-konsep yang sampaikan dapat menjadi acuan dan masukan dalam pelaksanaan BST ke depan.

“Tujuannya adalah  untuk membantu menjawab persoalan-persoalan yang ada di desa. Selain itu sebagai bentuk kepedulian Pemkab Madiun terhadap kesulitan yang dihadapi  Pemerintah Desa,” papar Kurnia.

Secara teknis, lanjutnya, pelaksanaan BST akan digelar tidak seperti tahun-tahun lalu yang dilaksanakan selama dua hari, di mana Bupati menginap di rumah warga. Untuk kali ini rencananya hanya  satu hari penuh,  mulai pagi hingga malam hari. Konsep ini agar tidak  membebankan masyarakat dalam  menyiapkan sarana prasarananya. Dalam kegiatan ini, media akan bergabung menjadi satu tim.

“Lebih lanjut terkait konsep pelaksanaannya akan dijabarkan oleh perwakilan media,” lanjutnya.

Masih kata Kepala Bappeda, rencana kegiatan BST dilaksanakan setelah PAK. Untuk sisa tahun 2022 ada 5 kegiatan dilanjutkan tahun 2023 direncanakan ada 8 kegiatan.

” Demikian secara garis besar konsep rencana BST, lebih lanjut mohon arahan Bupati,” ujarnya.

Sementara dari perwakilan media, Kriswanto menyampaikan beberapa alternatif sebagai rujukan Bupati Madiun.

Secara teknis tim dari media akan mengadakan survei di desa sasaran untuk menentukan kegiatan apa yang akan dilaksanakan. Seperti senam bersama, pembagian sembako, kerja bakti, kunjungan Pokja PKK, pelayanan publik dilaksanakan dari pagi hingga sore hari sehingga dapat memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

Selanjutnya ada bazar UMKM pameran produk lokal desa. Rencana pelaksanaann hari Jumat, sehingga bisa memberikan kesempatan untuk isoma bersama masyarakat. 

Untuk sore hari  pagelaran seni. Untuk konsep malam harinya  sarasehan yang dikemas dengan metode talk show yang dipandu oleh host.

” Konsep dialognya dikemas seperti cangkrukan selain dilakukan penayangan kegiatan mulai dari pagi hingga malam hari,” jelas Kriswanto.

Sementara Bupati Madiun mengapresiasi rencana kegiatan BST dan hal ini menjadi harapannya. 

“Sudah saatnya menyesuaikan dengan tuntutan situasi. Kegiatan ini bukan seremoni saya, juga bukan  branding Kaji Mbing. Kita hadir dalam posisi bekerja, perkecil seremoni perbanyak penyelesaian masalah,” tandas Bupati Madiun.

Kegiatan BST kali ini, katanya  jangan membebani desa atau masyarakat.

Tidak ada penyambutan yang luar biasa dan istimewa. Kalau bisa dilaksanakan dua kali dalam sebulan. 

“Saya ingin apa adanya, tidak ada penyambutan khusus. Kita hadir untuk membantu kesulitan yang dihadapi desa,”   imbuhnya.

Untuk  media dalam meliput kegiatan hendaknya menyesuaikan dengan yang ada dilapangan. Diharapkan setelah kegiatan terjadi adanya efek psikologis dan manfaat bagi masyarakat terhadap acara ini.

“Kita pulang dari BST, desa harus menjadi baik. Potensi unggulan apa yang sudah disuguhkan oleh desa diharapkan ada tindak lanjut. Untuk itu, temen-temen hendaknya membantu desa dalam mengembangkan potensi unggulannya. Baik UMKM maupun destinasi wisatanya.” pungkasnya. (her)

No More Posts Available.

No more pages to load.