Peringati Hari Santri Nasional, Gus Jazil Sebut Santri Juga Perlu Gerakkan Ekonomi Umat

oleh

Menggerakkan Umat

Masih kata Gus Jazil, metika tentara Belanda dengan memboncengi Sekutu ingin kembali menguasai Indonesia, pada September hingga November 1945, Presiden Soekarno meminta kepada ulama di Jawa Timur untuk menggerakkan ummat Islam berjuang mempertahankan tanah air. 

“Dari sinilah lahir Resolusi Jihad,” tuturnya. “Resolusi Jihad mampu menggerakkan ummat Islam dan para santri berada di garda terdepan perjuangan bangsa,” tambahnya.

Sehingga, kata Gus Jazil, tanggal dicetuskan Resolusi Jihad oleh para ulama atau kiai pada 22 Oktober 1945 itulah yang saat ini dijadikan sebagai Hari Santri. Dari sejarah dan fakta yang ada, pria kelahiran Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu menyebut santri mempunyai kontribusi besar dalam sejarah bangsa.

Ia menilai, saat ini Indonesia sudah merdeka dan jaman berubah, menghadapi keadaan yang demikian, Gus Jazil menyebut cara atau metode berkiprah di tengah masyarakat, bangsa, dan negara tidak sama dengan masa lalu. 

Ditambahkan,  yang tidak berubah dari pesantren  adalah kontribusi mereka di lingkungannya di mana pesantren mampu menjadi penggerak perekonomian. 

“Kehadiran santri di pesantren-pesantren yang ada di berbagai wilayah di Indonesia mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sana,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.