MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Ramadhan bulan ibadah penuh hikmah dan berkah. Karena itu buka program Sholat Malam Berjamaah selama bulan Ramadhan.
“InsyaAllah nanti banyak jamaah yang dapat Lailatul Qodar,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Kamis, (16/3/2023).
Hal tersebut dikatakan Kiai Asep di depan ratusan anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kab. Mojokerto, saat memberikan sambutan pada acara “Rakerda & Pembekalan Kegiatan Bulan Ramadhan 1444 H”, di Masjid KH Abdul Chalim, Kampus IKHAC, Pacet, Mojokerto.
Setelah sholat malam, kata Kiai Asep, lakukan dzikir, baca Al Qur’an hingga datangnya sholat subuh. Setelah sholat subuh, adakan pengajian, hingga keluarnya cahaya matahari dari ufuk timur.
Meski demikian tentunya program sholat Isyak dan sholat Tarawih tetap dilakukan.
“Nah kalau setelah sholat Maghrib dan berbuka, masyarakat masuk masjid, sholat Isya, sholat Tarawih. Setelah itu tengah malam sholat malam, hingga sholat subuh hingga sholat sunnah syuruk (2 rokaat). Dan itu dimulai awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Maka insyaAllah dapat Lailatul Qodar, ” kata Kiai Asep dengan mantap.
Kiai Asep mencontohkan dirinya, bahwa pola hidupnya berdasarkan qaidah (petunjuk) Islami yang ada. “Saya hidup berdasarkan qaidah, ” katanya.
Hikmahnya, Kiai Asep bisa menjadi orang kaya raya, bahkan orang menyebutnya milliader.
Sholat malam, hingga sholat subuh, terus jangan tidur, hingga sholat syuruq (sholat sunnah saat fajar, tapi belum masuk sholat Dhuha).
“Itu Allah memberikan jatah rezeqi, disediakan ozon yang kaya akan oksigen, dan kesegaran yang baik untuk tubuh, sehingga kita bisa bekerja, berikhtiar cari rezeqi dengan tubuh sehat, ” kata Kiai Asep mantap.
Masjid Jogokaryan

Sementara itu, pada sambutannya, Mohammad Al Barra, Wabup Mojokerto, menganjurkan para pengurus DMI Kab. Mojokerto untuk study banding ke masjid Jogokaryan di Yogyakarta.
Gus Barra mengatakan, bahwa dirinya sudah sempat berbincang-bincang dengan pengurus masjid Jogokaryan.
Awalnya, usaha pengurus masjid melakukan upaya-upaya memakmurkan masjid selalu gagal.
Karena kurangnya kepercayaan masyarakat. Untuk itu, pengurus masjid mengubah konsep, dengan meng-Rp 0-kan uang kas masjid.
Uang kas difokuskan untuk pelayanan jamaah masjid. Mulai parkir, minum dan snack gratis, hingga pengajian rutin yang menarik, dan lain sebagainya.
Meski uang kas Rp 0, namun sumbangan jama’ah dari hari ke hari, semakin meningkat. Artinya, kepercayaan masyarakat juga meningkat.
Saking percayanya, hingga masjid Jogokaryan tak bisa meng-nol-kan uang kas.
Akhirnya sekarang diputuskan, uang kas yang masuk, disimpan 50% dan setelah terkumpul cukup membuka usaha.
Seperti membuka usaha hotel & restaurant, kuliner dan sebagainya.
Wabup yang sering berkhotbah keliling masjid-masjid di Kab. Mojokerto ini, mengharapkan agar para pengurus masjid untuk terus berinovasi dan berusaha dengan penuh semangat, sehingga masjidnya semakin makmur.
Karena, barang siapa yang memakmurkan masjid, maka Allah akan memakmurkan hidupnya, baik di dunia dan akhirat.
Artinya, masyarakat Mojokerto akan cepat menuju kemakmuran yang berkeadilan. (Moch. Nuruddin/Gatot Susanto)
Keterangan Foto:
Foto 1. Prof. DR. KH Asep Saifudfin Chalim MA, (baju putih di mimbar), Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, saat memberikan sambutan pembukaan.
Foto 2. DR. Mohammad Al Barra Lc, MHum Wakil Bupati Mojokerto saat memberikan sambutan.












