Pilgub Jatim, Hasil Simulasi PatraData: Pasangan Khofifah – Emil Menang Tipis Atas Risma – Marzuki

oleh
Khofifah-Emil Konsolidasi dengan Golkar Jatim, Siap Sinergi Bersama Mesin Partai untuk Menangkan Pilgub
Khofifah-Emil Konsolidasi dengan Golkar Jatim, Siap Sinergi Bersama Mesin Partai untuk Menangkan Pilgub

 

JAKARTA| DutaIndonesia.com- Salah satu lembaga riset pendampingan politik PatraData merilis hasil simulasi pemilihan calon gubenur Jawa Timur antara cagub Khofifah Indar Parawansa dengan Tri Rismaharini.

Simulasi yang menggunakan metode
teknologi algoritma machine learning dan big data analytics ini mensimulasikan pasangan Khofifah – Emil Dardak dengan Tri – Marzuki Mustamar. Pasalnya kedua pasangan ini sama-sama mengantongi popularitas dan elektabilitas yang mumpuni atas pencapaian politik.

Menurut Direktur Riset dan Pemenangan PatraData Hasmin Aries Pratama pasangan Risma – Marzuki akan menjadi penantang paling serius pasangan Khofifah – Emil di Pilgub Jatim. Hal tersebut tercermin dari hasil simulasi dimana kekuatan pasangan Khofifah-Emil terlihat unggul tipis atas Risma-Marzuki.

“Hasil simulasi ini menunjukkan pasangan Risma-Marzuki diprediksi akan menguasai suara di 59.607 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 120.666 pada Pileg Februari 2024 lalu. Sementara Khofifah-Emil berpotensi menguasai 66.271 TPS. Selisihnya memang tipis namun cukup signifikan untuk menunjukkan kecenderungan dukungan masyarakat,” kata Hasmin dalam keterangannya dikutip Jumat (5/7/2024).

Risma, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial, kata Hasmin jika benar diusung PDI Perjuangan dan PKB diperkirakan akan menguasai 59.607 TPS (zona hijau) yang merupakan basis kekuatannya. Serta 28.730 TPS (zona kuning) atau kompetitif, dan 32.329 TPS (zona merah) atau daerah yang didominasi lawan.

Sementara, dari hasil Algoritma PatraData menunjukkan mesin politik pasangan Risma-Marzuki akan menguasai berbagai daerah di Jatim. Seperti di Malang, PDIP – PKB dominan 4.710 TPS dengan penguasaan pada 29 kecamatan. Namun berisiko di empat kecamatan lainnya.

Sedangkan, di Kabupaten Kediri, koalisi ini menunjukkan kekuatan di 3.103 TPS yang tersebar di 26 kecamatan. Di Banyuwangi, dominasi koalisi ini kembali mereka pertunjukkan dengan
menguasai 2.507 TPS khususnya di 21 kecamatan, namun berisiko di empat kecamatan lainnya.

Daerah lainnya, Sumenep Madura, koalisi ini menguasai 2.017 TPS di 27 kecamatan dengan dominasi di 22 kecamatan tapi berisiko di lima kecamatan. Selanjutnya di Trenggalek, koalisi dua pemenang Pileg di Jatim ini menguasai 1.499 TPS, dominan di 13 kecamatan dan hanya berisiko di 1 kecamatan.

Disisi lain, pasangan Khofifah-Emil yang merupakan incumbent, akan mengontrol 66.271 TPS sebagai modal politik koalisi yang mengusungnya. Lalu, bersaing secara ketat di 26.867 TPS (zona kuning) dan berisiko di 27.528 TPS (zona merah).

Pasangan Khofifah-Emil menunjukkan kekuatan politik yang signifikan di berbagai wilayah. Di Kota Surabaya, misalnya, mereka dominan di 5.658 TPS (zona hijau), di Jember 5.029 TPS, dan di Tuban pada 2.855 TPS. Pasangan koalisi lima partai pemenang Pilpres ini unggul kokoh di hampir semua kecamatan di kabupaten-kabupaten tersebut.

“Simulasi PatraData ini menunjukkan kompetisi yang sangat ketat antara pasangan Risma-Marzuki dan Khofifah-Emil. Teknologi algoritma dan big data analytics yang kami gunakan untuk memetakan pertarungan ini memiliki akurasi yang sangat tinggi sebab berdasarkan pada pencapaian hasil pemilu terbaru plus pembaca perilaku pada pemilu-pemilu sebelumnya. Namun, dinamika politik di lapangan bisa saja berbeda terutama pada beberapa faktor seperti yang terjadi pada Pilpres lalu,”papar Hasmin.

Dia juga menyebut masih tersisa dua partai dengan perolehan suara cukup signifikan pada Pileg lalu yang belum terdengar arah dukungannya.Yaitu Nasdem dengan perolehan 10 kursi atau 8% dan PKS yang meraih 5 kursi DPRD Jatim (4%).

Ia menilai tampaknya, jika pun kedua partai bekas pengusung Capres Anies – Cak Imin ini berkoalisi masih harus membutuhkan dukungan partai lainnya lantaran tidak mencukupi ambang batas dukungan yang sebesar 20% atau 24 kursi. Dapat dipastikan pertarungan makin seru jika pada akhirnya kedua partai ini melabuhkan dukungan kepada salah satu kandidat.

“Analisis peta politik PatraData saat ini menggunakan data TPS Pemilu 2024. Namun, jumlah TPS pada Pilkada mendatang akan terkoreksi hingga setengah sebab jumlah pemilih per TPS kelak membengkak dari 300 pemilih menjadi 600an pemilih per TPS,” tukasnya.

Sebagai informasi, Nama Tri Rismaharini diprediksi menjadi penantang kuat incumbent Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Pilkada 27 November 2024 mendatang. Jika.memang PDIP menugaskan Risma untuk maju Pilkada Jatim.

Banyak kalangan memprediksi kalau benar Risma mendapat rekomendasi dari PDIP untuk maju. Maka akan muncul skenario koalisi baru antara PDIP dan PKB.

Sehingga ini menjadi pertarungan menarik, karena secara dukungan koalisi PDIP – PKB jauh melebihi syarat ambang batas kursi mengusung Cagub yakni 24 kursi (20%). Potensi koalisi ini menguasai 48 kursi DPRD Provinsi Jatim atau total 41%.

Salah satu nama yang potensial diusung oleh PKB menjadi pasangan Risma adalah KH Marzuki Mustamar, mantan Ketua PWNU Jatim. (sir)

No More Posts Available.

No more pages to load.