Pimpin Misi Dagang ke Hong Kong, Gubernur Khofifah Dorong UMKM Jatim Perkuat Jejaring Pasar Global

oleh

HONG KONG| DutaIndonesia.com-
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jatim ke Hong Kong. Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah didampingi Manager Financial and Professional Services Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) Chasel Lam serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati.

Di Indo Market, Khofifah meninjau berbagai produk Indonesia, mulai dari makanan, minuman, bumbu masak hingga kebutuhan sehari-hari yang dipasarkan di Hong Kong.

Ritel tersebut memiliki hampir 20 gerai dan menjadi salah satu jaringan supermarket produk Asia Tenggara terbesar di wilayah tersebut.

Di sela-sela kunjungannya itu, Khofifah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jatim memperkuat jejaring internasional untuk memperluas akses pasar global. Salah satunya pasar Hong Kong.

“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM khususnya Jatim agar bisa meningkatkan jejaring sekaligus stadar kualitas produk guna memanfaatkan kesempatan emas ini untuk semakin mendunia. Bersama kita wujudkan Indonesia dan Jatim tidak hanya sebagai konsumen tapi juga sebagai pelaku utama pasar halal dunia,” kata Khofifah dalam keterangannya yang diterima Redaksi Jumat (24/7/2026).

Menurut Khofifah, keberadaan Indo Market menjadi etalase strategis bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Hong Kong sekaligus pasar internasional.

“Indo Market ini bukan sekadar toko retail biasa, melainkan etalase utama yang menjembatani produk-produk unggulan Indonesia agar bisa dikenal dan bersaing secara global di pasar internasional,” ujarnya.

Ia menilai produk-produk Indonesia yang dipasarkan di luar negeri menunjukkan kualitasnya mampu memenuhi standar pasar internasional.

Berbagai produk yang akrab di masyarakat Indonesia, seperti makanan ringan, minuman, bumbu masak, sambal pecel, hingga produk olahan lainnya, telah tersedia di gerai tersebut.

“Banyak sekali produk yang kita sudah ada di Indonesia, ternyata dijual di sini. Tentu ini bukti bahwa produk-produk kita tidak kalah saing dengan produk mancanegara. Semoga ini menjadi penguat dan penyemangat UMKM kita untuk menembus pasar global,” katanya.

Khofifah juga mengatakan kuliner menjadi media efektif dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat diplomasi budaya.

“Kita sepakat bahwa kuliner selalu berhasil menjadi sarana diplomasi budaya yang paling efektif dimanapun,” ucapnya.

Selain menjadi pusat promosi produk Indonesia, Indo Market juga melayani kebutuhan warga negara Indonesia, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar, dan diaspora yang tinggal di Hong Kong.

Sementara itu, Manager Financial and Professional Services Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) Chasel Lam mengapresiasi kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Hong Kong.

Menurutnya, Indo Market tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di Hong Kong, tetapi juga memperkenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat setempat.

“Seperti yang kita tahu, Indo Market menyajikan begitu banyak ragam makanan, jajanan tradisional, hingga minuman lokal asli Indonesia yang autentik,” ujarnya.

Ia menambahkan Hong Kong terbuka terhadap berbagai peluang perdagangan dan investasi dari Indonesia, termasuk pemasaran produk unggulan daerah.

“Tentu saja kami sangat menyambut baik jika ada pihak dari Indonesia yang datang ke Hong Kong untuk menjual sekaligus mempromosikan produk maupun budayanya kepada masyarakat kami,” tuturnya.

Chasel Lam berharap kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi yang lebih luas antara Jawa Timur dan Hong Kong.

“Terima kasih atas kunjungan Gubernur Jawa Timur beserta jajaran disertai delegasi bisnis Pemprov Jatim guna membuka pintu jalinan kerja sama dan kesempatan berinvestasi yang jauh lebih luas antara Jawa Timur dan Hong Kong,” katanya. (gas)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.