PKDI Cup II 2026 Berhadiah Total Rp 500 Juta Resmi Bergulir dari Stadion Merdeka Jombang, Ketua PKDI Jatim: Ajang Silaturrahmi dan Media Komunikasi Kades untuk Memajukan Desa
JOMBANG| DutaIndonesia.com – Dewan Pimpinan Daerah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia Jawa Timur (DPD PKDI Jatim) menggelar turnamen sepakbola PKDI Cup II 2026, yang resmi dibuka di Stadion Merdeka Kab. Jombang Rabu (5/8/2026). Laga pembukaan PKDI Cup II 2026 antara kesebelasan PKDI Kab. Jombang dan PKDI Kab. Mojokerto yang berlangsung seru, dihadiri Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati M. Salmanudin Yazid, bersama jajaran OPD setempat, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan SH, SIk dan jajarannya, Ketua DPD PKDI Jatim Dr Syaifullah Mahdi SH, MM,dan jajaran pengurus selaku penyelenggara, Ketua Pembina PKDI Gus Muhammad Yusuf, Koordinator PKDI Madura Raya M. Mijdan, serta jajaran Forkopimda Jombang dan para pemain yang akan berlaga di PKDI Cup II.

Saat dihubungi wartawan, Jumat (7/8/2026), Ketua DPD PKDI Jatim, Dr Syaifullah Mahdi SH, MM, mengatakan, bahwa pemain dalam laga sepakbola persahabatan antar-kepala desa di Jatim ini adalah para kades aktif. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi, persahabatan, memperbanyak dan mempererat seduluran, serta menjadikan olahraga ini sebagai media komunikasi antar-kades.
Semua kegiatan dilakukan untuk menyehatkan para pemimpin desa itu sekaligus mendorong memajukan masyarakatnya.
“Tim PKDI yang bertanding saat acara pembukaan adalah Tim PKDI Kab. Jombang dan PKDI Kab. Mojokerto, dengan skor 5-3 untuk kemenangan Tim PKDI Kab. Mojokerto,” kata pria yang juga menjabat Kades Pangkah Wetan, Kec. Ujung Pangkah, Kab. Gresik ini.
Menurut pria yang akrab disapa Sandi ini, laga PKDI Cup II 2026 memperebutkan hadiah total Rp 500 juta. “Bagi Juara PKDI Cup II selain mendapat hadiah, tentu saja membuat bangga warganya,” katanya.
Selanjutnya, laga PKDI Cup II bergulir untuk digelar babak penyisihan di 10 stadion di 10 daerah di Jawa Timur. Setelah Jombang di grup C mempertemukan Kab. Jombang, Kab. Mojokerto dan Kab. Malang, berlanjut di Stadion Joko Samudro Gresik di grup E mempertemukan Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, dan Kab. Bangkalan.
Sementara di Stadion Rejoagung Kab. Tulungagung di Grup F mempertemukan Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, dan Kab. Pacitan.
Untuk laga di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan di grup J mempertemukan Kab, Pamekasan, Kab. Sampang, dan Kab. Sumenep.
Selanjutnya laga di Stadion Letjen Sudirman Bojonegoro di grup I mempertemukan Kab. Lamongan, Kab. Tuban, dan dan Kab. Bojonegoro.
Untuk grup H di Stadion Bung Sumardji Nganjuk mempertemukan Kab. Nganjuk, Kab. Madiun dan Kab. Kediri.
Kemudian grup G di Stadion Ketonggo Ngawi, mempertemukan Kab. Ngawi, Kab. Magetan. dan Kab, Ponorogo.
Untuk laga grup D di Stadion Brantas mempertemukan Kota Batu, Kab. Pasuruan, dan Kab. Blitar.
Kemudian Grup B di Stadion Semeru Lumajang mempertemukan Kab. Lumajang, Kab. Situbondo, dan Kab. Probolinggo. Untuk laga di Stadion Jember Sport Garden Kab. Jember di Grup A mempertemukan Kab. Jember, Kab. Banyuwangi, dan Kab. Bondowoso.
“PKDI Cup II menggunakan sistem setengah kompetisi,” katanya.
Dalam acara pembukaan di Stadion Merdeka, Bupati Jombang Warsubi membuka pertandingan dengan pelepasan balon serta menendang bola dari tengah lapangan.
’’Turnamen ini bermanfaat untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi antar kepala desa di Jawa Timur,’’ katanya.
Ketua PKDI Jombang, Supono, mengatakan seluruh kepala desa di Kabupaten Jombang telah mempersiapkan fasilitas yang memadai demi menjamin terselenggaranya acara secara aman dan lancar.
’’Ajang ini menjadi ruang pertemuan para kepala desa melalui sepak bola. Turnamen ini menghadirkan suasana berbeda dengan menempatkan olahraga sebagai sarana membangun kebersamaan. Sekaligus membangun nilai-nilai kerjasama, disiplin dan saling menghargai,’’ ungkapnya.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Jombang tergabung dalam satu grup bersama Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Malang. Pertandingan dihelat mulai Rabu (5/8) hingga Minggu (9/8).
’’Sebagai tuan rumah, kami siap menyambut para tamu sekaligus menyumbat lawan di lapangan,’’ kata Supono sembari tertawa.
Turnamen ini diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas, kolaborasi dan jejaring antar pemerintah desa dalam mendukung pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.
Sementara untuk laga Grup J digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan. Turnamen sepak bola antarkepala desa se-Madura ini juga diihtiarkan menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan para kepala desa di Pulau Madura.
Pembukaan turnamen dilakukan pada Kamis (6/8/2026), dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan H Sukriyanto, Ketua PKDI Pamekasan Farid Afandi, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan.
Ketua Panpel PKDI Cup II 2026, A. Fauzi M., mengatakan, Pamekasan dipercaya menjadi tuan rumah babak penyisihan Grup J tingkat Jawa Timur. Pada zona Madura ini, tiga tim yang bertanding berasal dari PKDI Kabupaten Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.
“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 6, 8, dan 10 Agustus 2026. Format pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi tanpa skema home away, jadi setiap tim hanya bertemu sekali,” paparnya.
Fauzi menjelaskan, PKDI Cup tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah edisi sebelumnya dipusatkan di Kabupaten Gresik. Secara keseluruhan, terdapat 10 grup yang bertanding di tingkat Jawa Timur. Juara grup dan sejumlah runner-up terbaik akan melaju ke babak selanjutnya hingga menuju PKDI Cup tingkat nasional yang akan digelar di Jawa Tengah.
Untuk menjaga integritas kompetisi, panitia menerapkan proses verifikasi administrasi yang ketat terhadap seluruh peserta sebelum pertandingan dimulai. Setiap pemain diwajibkan menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepala desa, baik asli maupun legalisir, fotokopi KTP, serta pasfoto berwarna.
“Seluruh pemain murni kepala desa aktif yang rata-rata berusia 40 tahun ke atas. Khusus Kabupaten Sampang, berdasarkan kesepakatan bersama diperbolehkan melibatkan Pj. kepala desa,” tambah Fauzi.
Menurut Kepala Desa Bungbaruh itu, meski persaingan diprediksi berlangsung ketat, terutama karena Kabupaten Sampang pernah meraih peringkat ketiga pada penyelenggaraan sebelumnya, tujuan utama turnamen ini tetap untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kebugaran para kepala desa.
Panitia juga menggratiskan biaya pendaftaran seluruh tim peserta serta membebaskan tiket masuk bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung.
Sementara itu, Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menegaskan, olahraga merupakan ruang yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang maupun jabatan.
“Di lapangan hijau yang dikedepankan bukan lah status sosial atau jabatan, melainkan semangat kebersamaan, kerja sama, disiplin, dan terutama sportivitas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kiai Kholil juga menyampaikan komitmen Pemkab Pamekasan untuk membangun stadion yang representatif di 13 kecamatan secara bertahap sebagai upaya pemerataan sarana olahraga.
Selain itu, dia mengapresiasi panitia atas terselenggaranya PKDI Cup II. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga di daerah, Pemkab Pamekasan membebaskan biaya sewa SGMRP Pamekasan selama turnamen berlangsung.
“Sewa lapangan saya bebaskan, karena kita tidak bisa membangun daerah sendirian, perlu sinergi bersama,” tukasnya. (gas)














