SURABAYA| DutaIndonesia.com – Dalam memilih pemimpin nasional, kita harus jeli dan berdasarkan pertimbangan – pertimbangan yang matang. Untuk itu, pilihlah pemimpin yang mampu menghadapi tantangan masa kini. Yakni dari ancaman perang global, disintegrasi bangsa dan negara serta gangguan – gangguan internal lainnya.
Maka setelah dipertimbangkan secara komprehensif, dari ketiga paslon Capres dan Cawapres, pasangan Prabowo Gibran – lah yang sesuai untuk dipilih itu.
Hal ini ditegaskan oleh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA (Kiai Asep), pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah di depan sekitar 500 peserta “Silaturahmi & Konsolidasi Jaringan Kiai Santri Nasional” di halaman MA Unggulan Amanatul Ummah, Siwalan Kerto, Wonocolo, Surabaya, Sabtu (30 /12/2023) malam.
Atas pilihan tersebut, maka muncul pertanyaan, Kenapa kita mesti memilih Prabowo – Gibran?.
Dijelaskan Kiai Asep, pertama, bahwa seperti diketahui, saat ini di dunia, telah terjadi peperangan di dua pertempuran. Pertama antara negara Rusia dengan Ukraina. Dimana di belakang Ukraina diperkuat oleh anggota NATO (AS dan mayoritas negara Eropa).
Peperangan ke dua, terjadi antara negara Palestina dengan Zionis Israel. Dimana di belakang masing-masing negara, menyeret keikutsertaan negeri AS dan sekutunya. Sementara Palestina, juga menyeret keterlibatan negara-negara Arab di sekitarnya.
“Para pengamat militer dan keamanan, menilai kedua peperangan tersebut berpotensi pecahnya perang dunia ke tiga. Dan ini merupakan ancaman global yang amat sangat serius,” kata Kiai Asep.
Kedua, telah lepasnya Timor-Timur dari pangkuan negara kesatuan RI, lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan yang dicaplok negara Malaysia. Dan ancaman disintegrasi bangsa dan negara kesatuan RI ini akan berlanjut bila tidak memiliki pemimpin yang kuat.
”Jiwa nasionalisme kita akan sedih, ketika ada bagian wilayah negara kesatuan RI yang lepas karena dicaplok negara lain. Dan ini jangan sampai terjadi lagi,” tegas Kiai Asep.
Alasan ketiga adalah munculnya Gerakan-gerakan yang mengganggu keamanan. Contohnya munculnya Gerakan Pengacau Keamanan di Papua, yang di sinyalir ada campur tangan negara asing. Dan hal ini tidak menutup kemungkinan akan muncul di daerah-daerah lainnya.
Keempat telah munculnya pe-rong-rongan Pancasila dengan mengubahnya dan menyederhanakannya.
Kelima, telah munculnya neo-komunisme baru. Indikasinya, munculnya lambang-lambang PKI dimana-mana.
”Ini baru dari sisi ketahanan dan keamanan. Belum lagi alasan lainnya. Jadi dari ketiga paslon Capres – Cawapres yang ada saat ini, maka Paslon nomor dua, Prabowo – Gibran yang akan mampu mengatasi ancaman-ancaman tersebut. Hal ini karena Pak Prabowo memiliki latar belakang dan pengalaman militer,” tegas Kiai Asep yang juga sebagai salah satu Penasehat TKN (Tim Kampanye Nasional) Prabowo – Gibran.
Apalagi sekarang warga NU hubungannya cukup baik dengan TNI, maka ancaman-ancaman dari luar dan dalam tersebut, optimis bisa ditangkal.
Tentang Mas Gibran, selain sebagai representatif dari kawula muda milenial, juga representatif dari Pak Joko Widodo.
”Pak Jokowi itu presiden paling NU setelah Gus Dus. Buktinya, kalau pemimpin-pemimpin lainnya tak berani menetapkan hari santri, Pak Jokowi berani. Demikian juga dengan hubungannya dengan NU, selama ini cukup mesra,” kata Kiai Asep yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta JKSN.
Visi dan Misi
Selain Kiai Asep, salah satu tim TKN Jatim – Prabowo – Gibran, menjelaskan satu per satu mengenai visi dan misi Paslon nomor 2 ini.
Visi : Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045. Missi : 8 Misi Asta Cita. Selain itu, juga dijelaskan 8 Program Hasil Terbaik Cepat dan 17 Program Prioritas. (Moch Nuruddin)













