PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan (PK) untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu membangkitkan bisnis skala kecil ini di Indonesia yang selama 2 tahun dilanda badai Covid-19. Banyak UMKM di Jatim, misalnya, mulai pulih lebih cepat dan berusaha bangkit lebih kuat. UMKM memiliki peran sangat penting dalam perekonomian di Jatim. Kontribusi nilai tambah UMKM dan koperasi terhadap produk domestik regional (PDRB) Jatim tahun 2021 mencapai 57,81 persen, meningkat sebesar 0,56 persen dibanding tahun 2020. Karena itu Pertamina gencar mensosialisasikan PK. Total sudah ada penyaluran senilai Rp 3,3 triliun untuk 60 ribu mitra binaan di seluruh Indonesia. Salah satu UMKM itu adalah Griya Batik Olive di Kota Batu.
Oleh Gatot Susanto
GRIYA Batik Olive di Jl. Imam Bonjol No.76, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur, ini selintas tampak sepi. Sejumlah orang pembeli terlihat memilah-milah baju-baju batik yang dipajang di ruangan yang cukup luas dengan suasana khas Jawa yang adem dan asri.
Ada baju batik asli tulis dan sebagian cap beragam motif flora fauna khas Kota Batu, seperti batik apel atau bunga anggrek berwarna menawan, dipajang berjejer pada kapstok, di rak-rak, dan tertata rapi di beberapa meja ukiran khas Jawa. Suasana tradisional khas Jawa sangat kental terasa di Griya Batik Olive yang menempati dua gedung di lokasi yang strategis di antara pusat wisata Kota Batu, seperti Jatim Park, Museum Angkot, dan lain-lain. Selain itu ada pula beberapa aksesoris yang juga khas Jawa menambah syahdu suasana di Griya Batik Olive.
Para pelanggan mulai mendatangi lagi Griya Batik Olive setelah dua tahun pasar stagnan terhempas badai Covid-19. Kini selain pembeli yang mendatangi langsung galeri batik ini, banyak pula yang memesan secara online. Pasar daring ini semakin menggeliat setelah pandemi Covid-19. Apalagi setelah PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan UMKM di Kota Batu gencar melakukan pelatihan marketing online, pendampingan, dan mempeluas pasar melalui kegiatan pameran.
Saat ini Batik Olive tengah mengikuti pameran di Jatim Fair 2022 di Grand City Surabaya. Seperti diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Jatim Fair 2022 mampu memotivasi pelaku UMKM untuk bangkit usai diterpa pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.
“Semoga lewat ajang ini, muncul lebih banyak lagi entrepreneur muda yang mampu menembus pasar-pasar baru, termasuk pasar ekspor dengan membawa produk lokal,” katanya saat membuka pameran di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Jumat lalu. Bertema ‘”Optimis Jatim Bangkit”, even tersebut digelar mulai 7-13 Oktober 2022 yang diikuti sebanyak 281 stan pelaku UMKM dari dalam maupun luar Provinsi Jawa Timur.
Kepada DutaIndonesia.com dan Global News yang menghubunginya Rabu (12/10/2022), Nurul Siti Fadillah, Manager Gallery Griya Batik Olive, Kota Batu, membenarkan saat pandemi Covid-19 bisnis batiknya terpukul hebat. Penjualan terjun bebas. Bahkan sempat hanya mencapai Rp 5 juta saja sebulan. Itu pun penjualan online dari para pelanggannya.

Dari situ akhirnya manajemen Griya Batik Olive mulai menyadari bahwa pendemi Covid-19 tidak bisa dihadapi dengan strategi biasa-biasa saja seperti saat situasi normal. Pemilik Griya Batik Olive, Achmad Irawan, dan Nurul pun akhirnya harus mengubah strategi pemasaran.
“Sangat terasa sekali pukulannya. Kami pun mengubah strategi pemasaran. Kami mulai aktif menghubungi cust kami satu per satu melalui WA (aplikasi what’s app), kalau mungkin mereka membutuhkan kain atau baju. Untuk masa-masa di mana orang hanya akan berdiam diri di rumah, penjualan online-lah yang memang harus ditempuh. Penjualan online pun tidak semudah seperti tinggal apload barang dan menunggu pembeli mengklik keranjang belanjaan. Sebab, dengan produk custom yang kami miliki memerlukan komunikasi secara personal dengan pembeli untuk spesifikasi batik kami,” kata Nurul Siti Fadillah.
Beruntung akhirnya mereka mengenal PT Pertamina. BUMN migas ini menawari Batik Olive Program Kemitraan yang akhirnya membantu bisnisnya untuk menghadapi situasi tidak menentu akibat pandemi Covid-19.
Nurul mengakui kehadiran Pertamina memang amat sangat mereka butuhkan di saat pandemi. Pertamina hadir di saat yang tepat. Dia mengakui awalnya hanya mengharapkan bantuan finansial di tengah omzet yang terjun bebas itu. Maka, segera setelah mendapatkan bantuan dana dari Pertamina, Batik Olive pun melakukan produksi lagi. Namun ternyata tantangan masih menghadang saat terjun di pasar yang masih dibelit oleh Covid-19.
“Dengan adanya bantuan finansial tersebut kami berusaha untuk berproduksi kembali. Tapi ternyata tidak hanya itu saja, melalui pendamping kami, Mbak Yayuk, kami diinfokan hampir semua kegiatan Pertamina, terutama pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pemasaran, termasuk penjualan online, yang memang secara tidak sengaja kami rasakan manfaatnya. Dan Pertamina membantu kami, yang awalnya hanya ‘berjualan lewat HP’ (handphone/ponsel) menjadi benar-benar bisa berjualan melalui media online. Media online di sini tidak hanya lewat HP tapi hampir semua media online yang ada di internet kami manfaatkan,” katanya.
Untuk saat ini, kata dia, meskipun belum bisa bangkit sepenuhnya seperti sebelum pandemi, tapi penjualan sudah mulai merangkak naik. Sedikit demi sedikit pesanan kain batik sudah mulai masuk.
“Alhamdulillah , kami optimis keadaan ekonomi akan pulih seperti sedia kala dengan meningkatnya daya beli masyarakat. Kami juga berharap bisa go global lagi,” katanya.
Siap Go Global
Salah seorang pendamping UMKM Binaan Pertamina, Yayuk Murniwati, kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (12/10/2022), juga menyebut senada. Perempuan yang juga pemilik UMKM aneka keripik buah “Putri Alin Jaya” di Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kec. Bumiaji, Kota Batu, ini mengatakan, bahwa para UMKM di Kota Batu senang dengan adanya Program Kemitraan PT Pertamina ini. Program Kemitraan BUMN migas untuk Kota Batu dimulai tahun 2020.

“Saya sampai sekarang pendamping Program Kemitraan (PK) Pertamina. Alhamdulillah tahun 2020, Pertamina meluncurkan program kemitraan tepat saat terjadi pandemi Covid-19, di mana banyak UMKM yang butuh tambahan permodalan untuk bertahan. Saat itu memang mereka sangat membutuhkan permodalan setelah bisnisnya digerus Covid-19. Alhamdulillah Pertamina hadir dan saya dipercaya sebagai konsultannya di kawasan Kota Batu dan ada pula teman saya, Bu Endahing Noor Suryanti, yang pegang kawasan Kota Malang,” kata Yayuk.
Untuk Kota Batu, Yayuk mendapat tugas mendampingi lima UMKM, di antaranya Batik Olive, Batik Anjani, Arjuna 99, Bagus Agiseta Mandiri, dan boneka vakikus . “UMKM sangat terbantu dengan program PK Pertamina ini. Dan alhamdulillah untuk tahun 2022 ini sudah mulai normal. Mulai jalan,” katanya.
Program Kemitraan Pertamina diawali dengan pendampingan melalui pelatihan dengan materi Bussines Model Canvas, marketing online. Misalnya digital marketing Tiktok, Instagram, Facebook, Youtube, What’sapp Bussines, dan bagaimana kita menjalankan bisnis di era milenial agar bisa Go Global.
“Selanjutnya beberapa UMKM mendapat kesempatan untuk pameran di Mandalika yang difasilitasi oleh Pertamina. Salah satunya Arjuna 99. Lalu dari Batu dan Malang Raya juga mendapat fasilitas dari Pertamina untuk ikut pameran di Jatim Fair 2022 yang digelar di Surabaya. Untuk Batu, ada Batik Olive dan dari Malang Bu Suparwati batik bordir yang ikut pameran Jatim Fair di Grand City Surabaya,” katanya.
Harapan Yayuk dan para UMKM binaan Pertamina agar perusahaan migas pelat merah itu memberikan lebih banyak lagi fasilitas untuk pameran di beberapa daerah agar pasarnya pulih lebih cepat bangkit lebih kuat. Misalnya membuka pasar yang lebih luas untuk UMKM dari Kota Batu dan Malang Raya. Bahkan bisa menembus pasar internasional. Apalagi sekarang program UMKM go global juga digencarkan oleh Pemerintah.
Sistem pembinaan yang dilakukan dalam program ini, pertama, Pertamina jelas memberi bantuan permodalan. Selanjutnya, pelatihan dan pendampingan. Setiap bulan Yayuk mendatangi UMKM atau berkumpul untuk saling mengungkapkan apa permasalahan yang dihadapi soal bisnisnya. Lalu mereka mengobrol mencari solusi bersama.
Kedua, memberi fasilitas untuk ikut pameran seperti di Mandalika dan Grand City Surabaya. Dan ketiga, pelatihan yang diberikan langsung oleh tim Pertamina dan pendamping dari pusat.
“Yang diharapkan teman-teman UMKM sendiri sebenarnya akses pasar. Saat pandemi Covid-19, pasar mereka hilang. Karena itu, fasilitas pameran ini sangat penting, terutama pameran di luar daerah dan bahkan di luar negeri untuk menjajaki peluang ekspor. Itu harapan UMKM binaan Pertamina sebab mereka sebenarnya sudah siap go global,” katanya.
Saat pasar stagnan dan sepi UMKM terus berusaha bertahan. Namun selama dua tahun pandemi pasar UMKM semakin sepi sehingga mereka pun harus “jalan di tempat” dan melakukan strategi bertahan. Namun sekarang mulai bangkit sebab mulai ada wisatawan yang berdatangan ke Kota Batu. Selanjutnya ada permintaan dari luar daerah.
Saat pameran mereka pun bisa “ngomset” alias bisa menjual lagi produknya dalam pameran dan bisa promosi untuk mendapatkan buyer potensial. Buyers ini datang dari berbagai daerah di Tanah Air.
” Selain itu ada Ibu Ira Damayanti, diaspora Indonesia yang menjabat Ketua Umum Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development (ID SEED). Ibu Ira ini akan memfasilitasi teman-teman untuk melakukan go export. Lalu , di Pertamina ada E-Catalog, yang insya Allah akan dibantu Pertamina untuk pemasaran di dalam negeri dan ekspor,” ujarnya.
Untuk Kota Batu dan Malang Raya, kata dia, beberapa UMKM sebenarnya sudah ekspor, tapi secara tidak langsung. Istilahnya, para UMKM binaan Pertamina masih “ngesub” ke Jakarta.
UMKM di Kota Batu yang sudah ekspor antara lain Batik Anjani yang baru ekspor ke Bangladesh. Begitu pula Batik Olive sudah ekspor ke beberapa negara seperti Jerman dan Amerika Serikat, serta ada Arjuna 99 yang juga ekspor ke Kanada, Amerika dan lainnya.
“PK Pertamina di Kota Batu mulai 2020 akhir. Program PK ini selama tiga tahun. Selanjutnya mereka bisa mengajukan lagi bersama UMKM yang lain. Hal ini biar UMKM lain juga mendapat kesempatan yang sama untuk pulih lebih cepat bangkit lebih kuat,” katanya.
Target yang ditetapkan Pertamina memang agar UMKM bangkit dan pasarnya bisa semakin luas. Karena itu pelatihannya antara lain marketing online, yang sangat dibutuhkan sekarang. Selain itu, ada lomba start up dan scale up. Saat ini di Malang ada UMKM Lukis Camilan yang masuk 20 besar dalam lomba tersebut. “Sekarang masih tahap proses penilaian, semoga UMKM di Malang dan Batu bisa menjadi juara,” katanya.
Program Kemitraan ini bertujuan meningkatkan kemampuan usaha kecil mitra binaan Pertamina agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Pertamina. Pola pendampingan, pembinaan, pelatihan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar dalam ajang pameran, merupakan salah satu cara dalam mendampingi mitra binaan Pertamina untuk tumbuh dan berkembang.
Para mitra binaan tersebut juga berpeluang untuk memberdayakan potensi dan kondisi ekonomi, sosial, lingkungan masyarakat di wilayahya dengan fokus diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan pembangunan.
Hal tersebut diharapkan akan dapat mendukung kegiatan usaha Pertamina maupun mitra bisnis melalui program bantuan kemitraan yang telah disalurkan kepada lebih dari 60 ribu mitra binaan dengan total penyaluran senilai Rp 3,3 triliun yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dari berbagai sektor. Misalnya Sektor Industri (8.213 mitra binaan), Sektor Jasa (9.130), Sektor Lainnya (761), Sektor Perdagangan (23.584), Sektor Perikanan (3.304), Sektor Perkebunan (5.470), Sektor Pertanian (7.938), Sektor Peternakan (4.005).
“Pendaftaran Program Pendanaan UMK Pertamina bisa dilakukan melalui link: http://genumkm.pertamina.com/register,” katanya sambil menunjukkan alamat website Pertamina.
Selain itu ada program Pertamina SME 1.000 merupakan katalog daftar 1000 UMKM Mitra Binaan unggulan Pertamina yang telah melalui proses kurasi di masing-masing sektor usaha. Pertamina SME 1.000 berisi profil usaha, pengenalan produk, alamat, nomor kontak, hingga akun media sosial UMKM tersebut. Selain itu, beberapa informasi UMKM dibuat dalam bentuk narasi, yang menceritakan tentang awal membangun usaha maupun kiat mempertahankan usaha tersebut hingga sukses. Dengan hadirnya buku Pertamina SME 1000 ini, Pertamina berharap dapat menyajikan informasi serta pesan-pesan yang mendalam terhadap perkembangan dunia UMKM di Indonesia. (*)













