SURABAYA | DutaIndonesia.com – Sesungguhnya anak manusia memiliki sifat dan karakter berbeda-beda, khususnya ketika menghadapi masalah, seberapa cepat tingkat kemarahan (emosi) dan seberapa lama tingkat mendendam terhadap lawan masalahnya. Tentang hal ini, tak kurang ada empat sifat yang dimiliki.
Hal ini dijelaskan oleh Prof. DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA, pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, saat memberikan pengajian kitab kuning, Rabu subuh (26/8/2026).
Menurut Kiai Asep, pertama adalah sifat yang paling buruk. Yakni cepat marah dan lama melupakan masalah tersebut (mendendam). Karakteristik tipe orang seperti ini, sangat mudah tersulut emosi (emosional), dan ketika marah, mereka menyimpan dendam serta lama untuk memaafkan atau melupakan.
Dampak sifat seperti ini, merugikan diri sendiri secara mental dan merusak hubungan sosial. Sifat seperti ini tercatat sebagai watak yang paling tidak baik, karena hatinya penuh dengan kebencian yang disimpan lama.
Kedua, tipe orang yang cepat marah dan cepat pula melupakan. Bila menghadapi masaah yang tidak sesuai dengan keinginannya (maksudnya), maka cepat marah (temperamental). Namun juga cepat reda, bahkan mudah memaafkan dalam waktu singkat.
Dampak dari tipe orang ini, meskipun tidak menyim pan dendam, kemarahan yang sering meledak-ledak tetap berpotensi melukai perasaan orang lain di sekitarnya sebelum akhirnya dia lupa.
Tipe ke tiga adalah orang yang lambat marah, namun lama melupakannya. Orang tipe ini, sangatlah sabar dan tak mudah terpancing emosi (lambat marah). Namun bila ia benar-benar tersakiti hingga marah, ia akan mengingat kesalahan tersebut dalam waktu yang sangat lama (pendendam).
Dampak dari tipe orang semacam ini adalah orangnya terlihat tenang di luar, tetapi menyimpan potensi ledakan atau kekecewaan yang mendalam yang sulit dipulihkan.
Sedang tipe keempat, adalah sifat paling baik. Yakni lambat marah, namun cepat melupakan. Ini merupakan Tingkat pengendalian emosi yang paling ideal. Seseorang dengan watak ini tidak mudah tersulut amarah. Dan bila ada yang membuat ia tidak berkenan, mereka sangat cepat melupakan atau memaafkan.
Sabda Rasulullah Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa Salam bersabda:
“Ingat, anak cucu Adam diciptakan di atas beberapa tingkatan yang banyak,
ingat, diantara mereka ada yang lamban marah dan cepat reda, ada juga yang cepat marah dan cepat reda, maka itu sebagai ganti yang itu (lamban marah lamban reda), maka ingat, diantara mereka ada yang cepat marah dan lamban reda , ingat, yang terbaik dari mereka adalah yang lamban marah tapi cepat reda, ingat yang terburuk dari mereka adalah yang cepat marah dan lamban reda.
Hadits ini hasan shahih. {HR. Tirmidzi No. 2191}.
Sedang dua tipe, yakni ”cepat marah, cepat melupakan” dan ”lamban marah, lamban melupakan” adalah sifat kebanyakan anak manusia.
Kiai Asep mengingatkan, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya merah itu merah. Lihatlah kalau orang sedang marah, matanya akan memerah dan urat lehernya akan tegang dan melembung. Dan saat itu, tampak kurang baik penampilannya”.
Kiai Asep mengingatkan untuk tetap mengendalikan hati dan pikiran dan emosional dan dendam.
“Kalau kalin marah, maka duduklah. Kalau masih marah, maka tidurlah. Kalau masih marah, maka ambil air wudhu lalu sholat sunnah, banyak baca istighfar”.
Untuk melatih kesabaran, tidak ada salahnya untuk sering berpuasa. Karena ketika orang berpuasa, ia harus menghindari marah-marah. Dan perutnya, kosong, yang menyebabkan lemahnya nafsu.
Kenapa demikian, karena setan senang melihat orang marah. Ia kipas-kipas agar semakin marah. Karena ketika orang marah, maka kepandaiannya, kecerdasannya akan tertutupi emosi, nafsu. Sehingga orang marah, yang jalan bukan pikirannya, bukan hatinya, tapi nafsunya. Akibatnya, setiap tindakannya seringkali tidak logis, salah.
Kiai Asep meminta para santri untuk menjalankan perintah Rasulullah, untuk bersifat lambat marah dan cepat melupakan.(Moch. Nuruddin)











