Refleksi 101 Tahun Nahdlatul Ulama (NU)

oleh

YOGYAKARTA| DutaIndonesia.com – Peringatan Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Yogyakarta, Rabu 31 Januari 2024, menjadi momentum bagi pimpinan, pengurus, kader, maupun warga NU lain, untuk introspeksi atau muhasabah terkait banyak hal.

Termasuk dalam bidang politik. Khususnya soal Khittah 1926, netralitas lembaga NU, dan hak politik individu warga Nahdliyyin. Momen ini, perlu dipahami, bahwa sudah lumrah terjadi beda pilihan, beda pendapat, tapi jangan pernah lebih dari itu: berkonflik dan terpecah.

Perpecahan membuat Nahdliyyin tersendat dalam mengejar ketertinggalan di bidang lain, misalnya pendidikan dan ilmu pengetahuan serta inovasi teknologi. Saat ini sudah banyak pakar dan profesional dari kalangan NU di berbagai bidang, baik yang ada di Tanah Air maupun di negeri orang. Mereka harus menjadi kekuatan yang menyatupadu bagi NU untuk kemajuan umat, bangsa dan negara, di mana warganya menjadi merata sejahtera adil dan makmur. Insya Allah, Aamin.

Seperti biasa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama (NU) di Yogyakarta ini.

Jokowi tiba didampingi Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Men) hingga Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Puncak peringatan Harlah ke-101 NU sendiri digelar di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Rabu (31/1/2024). Perayaan ini disiarkan di kanal YouTube Televisi Nahdlatul Ulama.

Tampak Jokowi tiba di lokasi didampingi Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Terlihat juga Rais Aam Pengurus Besar (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpora Dito Ariotedjo, hingga Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga turut mendampingi Presiden.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan lagu Yaa Lal Wathan.

Rencananya dalam acara ini bakal ada penandatanganan Memorandum of Agreement pembangunan gedung MBZ College for Future Studies oleh Rektor MBZ University of Humanities dan Rektor UNU Yogyakarta. Presiden Jokowi turut menyaksikan penandatanganan MoA tersebut. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.