Renungan Imam Shamsi Ali: Mengapa Manusia Diperintahkan Berdzikir?

oleh

KESADARAN“..sebuah kata yang sederhana tapi sangat dikenal. Kesadaran menjadi sangat penting karena itulah lentera perjalanan di lorong-lorong kehidupan yang sempit, lagi berliku. 

Kesadaran itulah sesungguhnya esensi dari “dzikir”. Karena dengan kesadaran itulah manusia sejatinya hidup. Kehidupan bukan semata karena hembusan nafas. Bukan juga sekedar detakan jantung. 

Kehidupan sejati ada pada kesadaran penuh tentang realita-realita mendasar dari kehidupan itu. Siapa di balik dari kehidupan. Siapa yang menjalani kehidupan (sadar diri). Serta apa, bagaimana, kemana kehidupan (road map). 

Inilah salah satu rahasia terpenting ketika manusia diperintahkan untuk “dzikir”, membangun kesadatan sejati. Pesan Ilahi: “Ingatlah Allah dengan ingatan yang banyak”. 

Bahkan “perumpamaan orang yang mengingat Allah dan yang tidak mengingat Allah bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati”. 

Orang yang tidak sadar dalam hidupnya sesungguhnya sedang mengalami kematian tanda sadar. Perilaku dan karakternya juga ada di luar kesadaran. Sehingga rasa kemanusiaan tidak lagi menjadi pertimbangan dalam prilaku. Bahkan: “mereka bagaikan hewan bahkan lebih sesat/jahat dari hewan”. 

Karenanya mari selalu berdzikir. Berdzikir dalam arti sesungguhnya membangun kesadaran tentang: Pencipta, diri dan kefitrahan, serta road map/orientasi kehidupan. 

Happy Sunday to all….!  (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.