Suasana Memilukan Banyak Korban Erupsi Semeru Menjerit karena Luka Bakar

oleh
Tangkapan layar video viral warga panik berlarian menjauh dari letusan Gunung Semeru.
YouTube player
Video erupsi Gunung Semeru.

Lumajang-Malang Putus Total

Besarnya erupsi dan semburan awan panas guguran Gunung Semeru membuat Jembatan Perak, penghubung Lumajang-Malang, ambruk. Arus lalu lintas pun lumpuh total.

Ngatemi (53), warga Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, mengatakan Jembatan Perak di Dusun Sumber Puring ambrol diterjang banjir lahar dari Gunung Semeru. Jembatan penghubung Kecamatan Pasirian, Lumajang, dengan Kecamatan Dampit, Malang, itu tidak bisa dilewati lagi.

“Sekitar pukul 16.00 WIB, Jembatan Perak ambruk diterjang lahar panas Gunung Semeru. Arus lalu lintas lumpuh total akibat Jembatan Perak tidak bisa dilintasi,” ujar Ngatemi.

Berdasarkan keterangan Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB.

“Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter,” kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/12/2021).

Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan berbau belerang. Selain itu, berdasarkan laporan visual, beberapa titik lokasi juga gelap akibat kabut abu vulkanik.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang-lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang-lebih 500 meter di bawah kawah.

Akibat adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.

“Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi, dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat,” ujarnya.

Selain wilayah Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Malang mencatat ada lima kecamatan di Kabupaten Malang terdampak abu vulkanik Gunung Semeru. Sejauh ini, wilayah Kabupaten Malang aman dari guguran awan panas.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan berdasarkan laporan yang dia terima, ada lima kecamatan terdampak abu vulkanik. Lima kecamatan itu adalah Ampelgading, Wajak, Turen, Tirtoyudo, serta Dampit.

“Namun tidak parah karena bersamaan dengan hujan deras,” kata Sadono seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (4/12/2021) malam. (det/nas)

No More Posts Available.

No more pages to load.