Memasuki tahun 2023 ekonomi global masih suram. Pemimpin sejumlah negara termasuk Presiden Jokowi maupun para ekonom kompak memberi warning agar masyarakat waspada. Namun demikian kegiatan ekonomi di Tanah Air toh masih berjalan. Khususnya di bidang konstruksi. Pembangunan infrastruktur, baik proyek pemerintah maupun swasta, masih lanjut. Termasuk pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur, yang hingga kini jalan terus di tengah guncangan krisis global.
Untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, berikut wawancara wartawan DutaIndonesia.com, Gatot Susanto, dengan Ketua DPD Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Jawa Timur, Ir. Irwan Susilo, ST., MT., IPM.
Tahun 2023, diprediksi dunia masih dilanda krisis ekonomi, Indonesia kabarnya sedikit terdampak dan harus tetap waspada, bagaimana menurut Pak Irwan prediksi tersebut bila dilihat dari pengalaman di lapangan?
Memang, baik ekonom Indonesia maupun dunia, memperkirakan bahwa tahun 2023 krisis ya, artinya kesulitan ekonomi, tapi itu tidak hanya di Indonesia saja. Namun juga dialami negara-negara lain di dunia, karena pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina, merembet ke masalah energi, pangan, dan lainnya.
Kemarin Menkeu Bu Sri Mulyani dan Menlu Bu Retno Marsudi memperingatkan bahwa kita harus tetap waspada. Untuk itu Pemerintah Indonesia menerapkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Penerapan komponen dalam negeri ini agar ditingkatkan, terutama dalam lelang proyek. Tujuannya memutar ekonomi di dalam negeri. Ini kebijakan yang baik.
Juga terkait jasa konsultan soal penggunaan komponen (SDM) dalam negeri, sudah menjadi konsen pemerintah daerah dan sudah ditetapkan, dilaksanakan mulai 2022. Beberapa lelang itu komponen dalam negeri menjadi syarat mutlak lelang.
Kita sangat mendukung dalam arti bisa menjadi kekuatan ekonomi. Selain itu, tahun 2023 ini tahun politik, sehingga juga berpengaruh pada jasa konsultan konstruksi. Hal ini akan ketat lagi dalam pelaksanaan pekerjaan, dan teman-teman dalam menjalankan bisnisnya, karena tentu ada alokasi-alokasi yang tidak sepenuhnya untuk kegiatan konstruksi tapi juga yang bersifat politis. Sebab kita akan memasuki tahun 2024, tahun politis.
Jadi, banyak hal yang harus diperhatikan. Tapi jasa konstruksi harus optimistis dengan kondisi yang ada. Harus ada sinergi jasa konsultan dengan pemerintah dan stake holders serta industri, bahu membahu untuk memutar sirkulasi ekonomi dalam negeri yang menjadi tanggung jawab kita bersama.
Khusus di jasa konstruksi, apa yang dirasakan sebagai dampak Covid-19 dan krisis ekonomi tersebut? Apa sepi jobs atau pembayaran yang tertunda dll?
Pandemi Covid-19, pengaruhnya tetap ada ya. Kemarin secara nasional, kegiatan jasa konstruksi mulai tumbuh kembali sejak tahun 2022. Dan, tahun 2023 ini kami berharap kegiatan semarak lagi meski kami harus menghadapi tantangan tahun politik, tentunya biasanya cukup ada pengaruh, walaupun besar kecilnya tergantung situasi kondisi saat itu.
Omzet saat pandemi Covid-19 jelas beberapa anggota kami di Jatim ada penurunan, ada hampir separo yang belum registrasi ulang di awal 2022. Jadi, ini indikasi pengaruh pandemi Covid-19 cukup signifikan.
Apa langkah yang sudah dilakukan Inkindo dalam menyikapi tantangan 2023 tersebut?
Usaha-usaha Inkindo di tahun 2021 dan 2022 terkait aturan regulasi internal cukup ketat. Lalu iklim usaha dengan tantangan kondisi makro, dalam hal ini geopolitik dunia, krisis global di sejumlah negara, berpengaruh pada tingkat inflasi sekitar 5 sampai 5,5 persen, kami dari Inkindo, yang pertama ingin bagaimana membantu anggota untuk melengkapi ketentuan dari regulasi, atau persyaratan dasar bagi teman-teman untuk pemenuhan menjalankan badan usahanya. Misalnya bagaimana pemenuhan OSS, izin usaha terkait jasa konstruksi, kami membantu mendorong itu, untuk lebih mensosialisasi sehingga teman-teman mudah mendapatkan informasi, dan memenuhinya.
Kedua, kondisi tahun 2023, ke depan juga banyak peluang di non- APBN dan APBD, misalnya pemenuhan regulasi sertifikat laik fungsi bangunan, menjadi peluang jasa penyusunan sertifikat laik fungsi bagi industri atau bangunan lain yang memerlukan perizinan terkait itu. Kita dorong teman-teman di daerah, juga Surabaya kota besar, terkait peluang di non-APBN dan APBD yang juga perlu diperhatikan.
Juga terkait membangun kompetensi, kita melihat ke depan spesialisasi menjadi arah kebijakan pemerintah sehingga teman-teman harus mempunyai spesialisasi bidang tertentu sesuai minat badan usahanya di samping minat lain sehingga mempunyai kemampuan khusus yang menjadi modal untuk bersaing saat lelang di sektor pemerintah maupun swasta.
Bagaimana dengan IKN, sejauh mana peran Inkindo di mega proyek ini?
Tentu kita tahu IKN sifatnya proyek strategis nasional, tentu pekerjaan di IKN kategori besar, jenis pekerjaan desain yang mendetail, perencanaan dan pelaksanaan digabung jadi satu, tentu jadi perhatian kita terkait bagaimana kita mendapatkan pekerjaan -pekerjaan tersebut.
Nah pekerjaan ini butuh spesialisasi-spesialisasi khusus, terutama bangunan gedung, meski konsultan tidak bisa menawarkan langsung, tapi bisa dengan KSO atau joint operation dengan perusahaan kontraktor. Tentu ini tidak masalah, asal kedua bidang dalam kontraknya jelas mengikat kedua pihak dan saling menguntungkan.
Kemudian kita tahu SDM di IKN terjadi banyak kekurangan, cukup jauh antara kebutuhan SDM yang memiliki keahlian tertentu, misalnya green building, kemampuan mengoperasikan penggunaan BIM (Building Information Modelling. Yakni sebuah teknologi digital soal metode dalam kontruski infrastruktur yang salah satu prinsip dasarnya berbasis industri 4.0, yaitu mencapai efisiensi yang tinggi, tepat waktu, tepat guna, dan kualitas produk yang lebih baik dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, Red.).
Selain itu IKN menetapkan TKDN, pemanfaatan komponen dalam negeri, jadi syarat mutlak pekerjaan di sana. Pemenuhan terutama SDM tadi, sertifikasi, keahlian, sertifikat ahli, bagi kami di Jatim menjadi tantangan untuk mendidik, mencetak tenaga ahli yang kompetensi, keahlian kerjanya, skill, penggunaan softwere-softwere, seperti BIM tadi. Untuk itu kita bekerjasama dengan Balai 4 Surabaya, Balai Bina Jasa Konstruksi Wilayah 4, mencoba memenuhi itu dalam rangka mensupport apa yang ada di IKN selama ini.
Kabarnya banyak tenaga asing di IKN, bagaimana INKINDO menyikapinya?
Soal tenaga ahli asing, memang ada beberapa keahlian yang di Indonesia tenaga ahlinya sangat jarang. Kita melihatnya dari sisi positif saja, di situlah tempat kita untuk alih teknologi, kita juga punya hak untuk terlibat di sana, dengan meleverage tenaga ahli dan keahlian kita, konsultan kita, agar bisa selevel mereka.
Sehingga kita mampu bersaing, dengan tentu penerapan TKDN dan SDM dalam negeri, tentu ini perlindungan terhadap tenaga ahli kita, kebijakan pemerintah menggunakan tenaga ahli asing seminimal mungkin ketika memang tenaga ahli Indonesia tidak ada, atau belum tersedia cukup memadani, ini harus kita dukung. Sebab menjadi tantangan bagi kita, asosiasi, baik kontraktor maupun konsultan, untuk memenuhi tenaga ahli sesuai yang dibutuhkan TKDN dan BIM tadi baik secara knowledge atau skillnya, tentunya dengan attitude yang baik, sama dengan tenaga international expertnya.
Bagaimana dengan proyek -proyek di Jatim sendiri, seperti apa keterlibatan Inkindo dan di proyek mana saja?
Tentang peran Inkindo terkait proyek-proyek di Jawa Timur, kita mendorng agar temen-temen bisa terlibat dengan baik, secara administrasi bisa terpenuhi, kita mendorong mereka, membantu untuk menyiapkan kelengkapan pemenuhan regulasi badan usaha, kemampuan SDM, dengan pelatihan sosialisasi keahlian, dls.
Juga peluang di sektor swasta, seperti sertifikat laik fungsi, amdal lalin, amdal lingkungan, temen-temen di Jatim bisa masuk di proyek-proyek swasta yang tentunya harus memiliki kompetensi sesuai permintaan yang ada, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar dan tidak mengecewakan pihak customernya di sektor swasta tersebut.
Apa harapan Pak Irwan di tahun 2023, termasuk harapan ke pemerintah?
Harapan kami di tahun 2023, Pemerintah bisa memberikan peningkatan SDM, pemenuhan SKK, event-event yang arahnya meningkatkan kapasitas, melalui balai atau dinas, terkait pembinaan, yang perlu diperbanyak, dan juga potensi-potensi, kegiatan-kegiatan yang ada, terutama di perencanaan-perencanaan, yang di tahun politik biasanya dikurangi. Harapan kami kegiata konstruksi tetap terjaga dengan baik, jasa konstruksi bisa menjadi salah satu pemutar ekonomi nasional atau daerah. Ya, saya kira ini menjadi penggerak menciptakan kegiatan ekonomi di daerah.
Oh ya, program Inkindo ke depan salah satunya peningkatan SDM di daerah, kondisinya sekarang SDM yang dimaksud seperti apa dan idealnya bagaimana, khususnya dalam menghadapi persaingan global.
Memang kita ada kesenjangan di Jatim. Beberapa tenaga ahli yang level madya dan utama tersedia di sekitar Surabaya, kemudian Malang dan kota-kota besar lain dan dekat kampus.
Kalau kita melihat pola penyebaran tenaga ahli, kalau daerah atau kabupaten yang di situ ada kampus -kampus dengan skala cukup besar biasanya kesediaan tenaga ahli cukup melimpah. Tentu ini akan menjadi gap bagi daerah yang tak ada kampusnya.
Nah kita mencoba untuk menjembatani kondisi itu dengan turut bergerak ke daerah melakukan pelatihan-pelatihan atau kebutuhan lain terkait pengembangan SDM, bekerja sama dengan pemerintah daerah atau stake holders lain ya, harapannya nanti Kadin mendukung itu, harapan kami dari Inkindo, karena kesenjangan inilah yang kadang membikin bagaimana perusahaan di daerah kurang bersaing dengan perusahaan di Surabaya atau kota besar lainnya.
Nah, kalau soal kebutuhan tenaga ahli di tingkat global, kita belum sejauh ke sana, tapi hanya beberapa perusahaan skala menengah hingga besar-lah yang beberapa teman ada yang ber-KSO dengan teman di Jakarta, bersaing di pekerjaan yang sifatnya loan misalnya atau perusahaan luar. Untuk Jatim kita fokus bagaimana mengatasi kesenjangan tenaga ahli di daerah dan sekitar Surabaya. Termasuk soal akses informasi agar lebih mudah bagi teman-teman di daerah. (*)















