Jadi Pelopor
Founder LiteBIG, M. Tesar Sandikapura menyarankan untuk menerapkan wakaf digital yang dapat mengoptimalkan ekosistem dalam perwakafan yang akan selalu bisa memenuhi supply and demand penggunanya.
Praktisi Wakaf Indonesia, Dr. (Cand) Romdhon Hidayat mengatakan, wakaf merupakan amalan yang abadi dan memberikan pahala yang besar. Di Wakaftani menggunakan wakaf berjangka musytarak, wakaf yang manfaatnya ditujukan untuk keturunan waqif (orang yang berwakaf) dan masyarakat umum, contohnya yayasan yang berdiri di atas tanah wakaf.
Presidium Nasional FoSSEI, Eko Kurniawan mengatakan semua kalangan bisa berwakaf termasuk generasi milenial, peran mereka sangat dibutuhkan untuk mengembangkan wakaf di Indonesia. Hal lain yang bisa diterapkan secara nyata adalah kampanye berupa wakaf sebesar Rp. 1000 setiap hari secara rutin.
CEO DeDurian Park, Ustadz Yusron Aminulloh menyampaikan bahwa lahan wakaf diproduktifkan dalam bentuk properti, seperti rumah sakit, sekolah, dan eco-farming. Diharapkan Wakaftani dapat menjadi lembaga pelopor gerakan pertama di Jawa Timur dan terus melakukan inovasi untuk pengembangan pengelolaan dana wakaf kedepannya.
“Dana wakaf harus dikelola oleh profesional. Ini adalah jalan utama menjaga amanah umat memproduktifkan tanah wakaf. Meski tidak mudah, kecerdasan manajemen perusahaan sangat dibutuhkan.”
Grand launching Wakaftani yang dilaksanakan di Hari Pahlawan ini diharapkan dapat semakin memacu semangat juang para pemuda di Indonesia untuk turut serta menyingsingkan lengan dan berjuang bersama untuk pertanian di Indonesia yang lebih baik. (do)













