AHCC-Love Pink Gaungkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

oleh

 

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Hingga kini kanker payudara masih menjadi pembunuh perempuan pertama akibat kanker pada perempuan. Itu pula yang mendasari Adi Husada Cancer Center (AHCC) bekerjasama dengan komunitas Love Pink menggelar Indonesia Goes Pink (IGP) 2025.

Acara bertema Living in Abundance: Running Together, Inspiring Hope yang digelar di area Car Free Day (CFD) Darmo, Minggu (5/10/2025), bertujuan untuk menginspirasi gaya hidup sehat sekaligus memerkuat kesadaran dan kepedulian terhadap kanker payudara.

Sekitar 500 orang dengan kostum warna pink mengikuti acara tersebut. Selain fun walk dari depan Hotel Mercure Grand Mirama –mengelilingi area CFD Darmo–, peserta dan mereka yang melintas di kawasan tersebut juga bisa mengikuti talkshow edukatif bertajuk Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara yang digelar di jalanan depan hotel.

Ketua Pelaksana IGP 2025, Farida, menyebut Surabaya sebagai kota pertama tempat diselenggarakan rangkaian IGP 2025. “Energi positif yang lahir di Surabaya kami harapkan dapat menjadi awal yang menginspirasi bagi seluruh kegiatan di kota-kota berikutnya,” ujarnya.

“Lebih dari itu kegiatan ini juga menjadi sarana penting untuk mengingatkan masyarakat, khususnya yang perempuan agar senantiasa melakukan pemeriksaan rutin agar terhindar dari kanker payudara stadium lanjut, ” tandasnya didampingi Dede Gracia, ketua Komunitas Love Pink.

Farida menyebut, mendasarkan data World Cancer Research Fund pada 2022 secara global terdapat 2.296.840 kasus baru kanker payudara. Sebanyak 66.271 kasus di antaranya di Indonesia.

Kanker payudara sendiri merupakan penyakit yang angka kesembuhannya sangat tinggi jika terdeteksi pada stadium awal. “Melalui Goes Pink 2025 ini kami ingin menyampaikan pesan kuat bahwa deteksi dini adalah kunci. Kampanye deteksi dini ini sangat penting dan dapat menyelamatkan jiwa atau early detection saves lives,” tambah Farida.

Deteksi dini paling sederhana bisa dilakukan dengan Sadari (periksa payudara sendiri) 7-10 hari setelah selesai menstruasi serta Sadanis (periksa payudara secara klinis) yaitu dengan USG.

Dede menyebut Love Pink yang dimotori para survivor (penyintas) kanker payudara punya gerakan 10 ribu USG gratis untuk perempuan dengan keterbatasan finansial. “Selama 11 tahun bergerak, sudah lebih dari 17 ribu perempuan dengan keterbatasan finansial menerima manfaat ini. Awalnya kami ambil 1.000 pada 2015. Ternyata dalam waktu singkat target itu terpenuhi, kemudian kami tingkatkan jadi 10 ribu dan sudah terpenuhi 7 ribu. Selanjutnya nanti kami buat target 10 ribu lagi,” katanya.

Gerakan 10 ribu USG gratis ini diadakan karena USG yang biayanya ada di kisaran Rp 600-750 ribu ini belum dicover BPJS dan bagi sebagian masyarakat belum jadi prioritas.

“Dengan gerakan ini mereka juga mendapatkan hak untuk mendeteksi dini dengan USG,” tambah Tri Oetami, pengawas Yayasan Love Pink sekaligus penanggungjawab gerakan 10 ribu USG gratis tersebut.

Sementara General Manager AHCC, dr Silvia Haniwijaya MKes menyebut kolaborasi lintas sektor antara pihaknya dengan Love Pink dan Hotel Mercure diharapkan dapat melahirkan dampak yang lebih besar dalam upaya menyebarkan pesan kesadaran dan harapan.

“Stigma masyarakat terhadap kanker payudara seringkali menghambat deteksi dini. Tak perlu takutmelakukan skrining, semakin cepat diketahui justru akan semakin tinggi peluang keberhasilan penanganannya,” ujarnya.

Setelah Surabaya, Indonesia Goes Pink 2025 yang digelar selama Oktober atau bulan kanker payudara akan bergeser ke kota-kota lain seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Malang, Jember, Pekanbaru, Palembang, dan Padang.

“Puncaknya kami adakan di Yogyakarta karena di kota tersebut banyak anak muda. Kami akan mengajak Gen Z untuk menyuarakan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Dari satu orang bisa menyuarakan ke orang lain, jadi satu orang multi player,” pungkas Dede. (ret)

No More Posts Available.

No more pages to load.