Balai Pemuda ‘Disulap’ Jadi Museum ArtSubs 2025

oleh

 

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Selama satu bulan ke depan, warga Surabaya bisa menikmati ragam kreasi seni rupa yang dikemas dalam ArtSubs 2025 di Balai Pemuda. ArtSubs 2025 bertema “Material Ways” atau Jalan Ragam Materi ini menampilkan karya-karya lebih dari 130 seniman serta kolektif seni dari yang berusia muda hingga yang sudah bereputasi nasional maupun internasional macam Nyoman Nuarta.

Budayawan Nirwan Dewanto yang menjadi salah satu kurator ArtSubs 2025 mengatakan, kota-kota besar di Indonesia belum sepenuhnya jadi metropolitan. Menurut dia, sebuah kota disebut metropolitan jika punya kegiatan yang seimbang di semua lini. Kota Jakarta, apalagi Surabaya,
tidak punya museum seni rupa yang layak.

“Kalau tidak seorang pun yang berbuat untuk menyelenggarakan sebuah museum, maka kita bikin museum meski cuma lima minggu, namanya ArtSubs,” ujar Nirwan dalam sambutan pembukaan ArtSubs 2025 di Balai Pemuda yang juga dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Sabtu (2/8/2025).

“ArtSubs ini bisa menjadi alternatif terhadap absennya museum itu, absennya kegiatan senirupa yang besar. Dengan begini, saya kira Surabaya akan menjadi satu sentra window display pertumbuhan senirupa yang penting. Dan Surabaya akan setara dengan Jakarta, Yogyakarta dan kelak dengan kota-kota yang lain,” lanjut Nirwan yang merangkap sebagai Direktur Artistik ArtSubs 2025.

Kurator yang juga direktur artistik, Asmujo J.Irianto menambahkan , salah satu target utama sari kegiatan ini adalah membuat Surabaya ada dalam peta seni kontemporer di Indonesia.

ArtSubs 2025 ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah ArtSubs 2024 yang digelar di Pos Bloc (dahulu Kantor Pos Besar). Dengan penyelenggaraan pameran senirupa yang berlangsung hingga 7 September ini, Direktur Utama ArtSubs Rambat mengucapkan selamat kepada Kota Surabaya yang akhirnya punya even tahunan senirupa. “Mudah-mudahan ArtSubs jadi barometer sebuah even di Indonesia,” ujarnya.

Wamen Giring mengaku menyempatkan waktu dua jam untuk keliling dulu melihat karya-karya senirupa yang dipamerkan. “Begitu masuk, bapak/ibu akan merasakan semangat yang positif, harapan yang penuh warna dan kebahagiaan,” kata mantan vokalis grup musik Nidji ini.

Nirwan mengungkap, tak seperti ArtSubs sebelumnya yang sifatnya tematik, di mana karya dikelompokkan berdasarkan jenis. ArtSubs 2025 ini mengalir seperti gelombang, naik dan turun hingga pengunjung akan menemukan juga budaya pop, dalam hal ini inspirasinya dunia digital.

Selain itu terkait bahan yang digunakan, lanjut Nirwan. Bagaimana mereka berupaya menghadirkan apa dan bagaimana mereka menggunakan bahan dan medium sebagai bahasa, bukan sebagai alat. Terdapat plastik, gelas/kaca, aneka bahan sintetik, hingga limbah dan video, bahkan kinerja AI—semuanya masuk ke dalam seni rupa kontemporer.

Dunia virtual dan dunia nyata saling memasuki, melahirkan bentuk-bentuk baru yang “mengganggu” realitas dan menggoda indera kita. “Seperti ini, wayangnya kan ditempelkan,” ujarnya sembari menunjuk ‘Jawa dalam Samudera Sunyi’ kreasi Dadang Christanto.

Selain jadi media ekspresi dalam berkarya, ArtSubs juga menyadari pentingnya tampilan visual yang menarik dan komunikatif. Bahkan, pameran ini dirancang agar bisa relevan dengan tren masa kini—termasuk keinginan pengunjung untuk ber-selfie.

“Beberapa display itu akan sangat menarik untuk selfie misalnya, apa boleh buat itu cara komunikasi yang terjadi di dunia sekarang,” kata Nirwan.

Diakui, komunikasi visual yang menyenangkan adalah bagian dari strategi agar seni bisa tetap dekat dengan masyarakat luas. (ret)

No More Posts Available.

No more pages to load.