Inovasi Siswa SMK
Khofifah menilai inovasi-inovasi tersebut harus ditemu kenali, agar bisa di replikasi lebih masif di berbagai daerah. Terlebih lagi, inovasi tersebut dibuat oleh para siswa SMK yang ada di Ponorogo. Tak hanya briket, pupuk organik dengan komponen utama dari limbah sampah organik juga dibuat para siswa SMK di Ponorogo. Yang luar biasa, adalah format teknologi tepat guna yang diterapkan. Di mana, untuk finishing teknologi dibuat sendiri oleh para siswa.
“Artinya mereka memiliki kemampuan luar biasa, bagaimana kita semua memberikan pendampingan dan penguatan agar produk makin lama makin efektif dan masif dan memenuhi pasar lebih luas,” kata dia.
Inovasi-inovasi dari siswa, lanjut dia tentu menjadi bagian peran penting bagi Dewan Pendidikan Jatim untuk memberikan masukkan kepada pemerintah. Sebab, banyak anggota Dewan Pendidikan diantaranya merupakan praktisi dan ada yang bergerak di lini intelektual.
“Sehingga apa yang kita harapkan kecerdasan kehidupan bangsa bisa terbangun secara komperehensif dengan kerjasama yang terbangun antara pemprov Jatim, Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan se- Jatim,” pungkasnya.
Harapan Gubernur Jatim itupun disambut positif oleh Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Prof Ahmad Muzakki. Menurutnya selama ini Jatim telah menjadi pioner dalam banyak hal. Termasuk capaian-capaian para pelajar pada program Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan.
Jika berbicara mengenai ruang lingkup literasi, dikatakan Prof Muzakki merupakan pintu masuk hulu di pendidikan.
“Karena itu dewan pendidikan akan menjadikan arahan gubernur sebagai pintu masuk untuk memperkuat desain kedepan seperti apa. Memperkuat literasi yang beragam melalui hulu pendidikan,” terang Prof Muzakki.














