Berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta atau Jogja pasti ingin melihat peninggalan bersejarah zaman kerajaan tempo dulu. Salah satunya kompleks Taman Sari yang lokasinya tidak jauh dari Keraton Yogyakarta atau sekitar 750 meter dari Alun-Alun kidul. Untuk menuju Taman Sari tidak terlalu sulit karena hanya berjarak sekitar 5 menit perjalanan dari titik 0 KM Jogja. Secara administratif, Taman Sari masuk dalam wilayah Rukun Kampung Taman Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.
Dari Keraton Yogyakarta, wisatawan dapat ke Taman Sari, antara lain dengan berjalan kaki, naik becak, dan naik andong. Taman Sari adalah kolam-kolam air tempat wisata para keluarga raja. Terutama Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I, pendiri Keraton Yogyakarta.
Berwisata ke Taman Sari, Menyelami Keindahan Tempat Liburan Raja Ngayogyakarta
Tamansari memang dibangun masa Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 hingga 1765. Djoko Soekiman dalam buku Taman Sari terbit tahun 1993 mengatakan berdasarkan naskah yang disimpan di Keraton Yogyakarta, yang melaksanakan pendirian bangunan Taman Sari ialah Pangeran Mangkubumi atau Hamengku Buwana I sebagai tanda penghargaan atas jasa permaisuri. Sebab, sang permaisuri telah banyak turut menderita waktu Hamengku Buwono I melakukan peperangan Giyanti. Nama Taman Sari dapat diartikan sebagai suatu taman yang sangat indah dan memesona.
Pada awalnya taman yang dibangun atas perintah Sultan Hamengkubuwono I ini memiliki nama The Fragrant Garden dengan luas 10 hektare.
Pembangunan Taman Sari ini dipimpin oleh Tumenggung Mangundipuro dan berlokasi di bekas keraton lama yakni Pesanggrahan Garjitawati. Dengan luas total 10 hektare tersebut terdapat sekitar 57 bangunan mulai dari gedung, kolam, jembatan gantung, hingga lorong bawah tanah.
Namun saat ini hanya tersisa sedikit bangunan Taman Sari yang bisa Anda lihat karena sudah berbaur dengan masyarakat dan lainnya. Meski begitu keindahan dari Taman Sari tetap bisa Anda nikmati dengan puas terutama pada area kolam dan juga Sumur Gumuling.
Keindahan dari Taman Sari membuatnya dijuluki Water Castle Jogja dan sering menjadi spot fotografi bagi banyak wisatawan. Mengunjungi Taman Sari bisa jadi pilihan terbaik terutama untuk Anda yang ingin mendapatkan foto apik selama liburan.
Berwisata ke Taman Sari, Menyelami Keindahan Tempat Liburan Raja Ngayogyakarta
Mengutip salsawisata dot com, untuk masuk Taman Sari Jogja, Anda harus mempersiapkan biaya yang cukup terutama jika ingin melakukan sesi pemotretan. Lebih jelasnya mengenai biaya yang Anda butuhkan untuk masuk Taman Sari silahkan perhatikan tabel berikut:
Tiket Masuk Wisatawan Lokal Rp 5.000, Tiket Masuk Wisatawan Asing Rp 15.000, Izin Kamera Rp3.000, Sesi Foto Rp 150.000 sampai Rp 500.000, gaide atau pemandu wisata Rp 25.000 sampai Rp30.000, parkir motor Rp 2.000, parkir mobil Rp5.000, Harga yang tercantum di dalam tabel sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu tergantung pihak pengelola. Namun daftar ini bisa Anda jadikan bahan perkiraan biaya jika ingin mengunjungi Taman Sari.
Tempat menarik di Taman sari, antara lain
Gapura Panggung. Gapura ini merupakan bagian pertama dari Taman Sari yang akan Anda lihat karena menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan. Pada area ini terdapat dua buah bangunan yang terlihat seperti kamar dan pos penjagaan di sisi kiri dan kanannya.
Seperti namanya Gapura Panggung memiliki dua tingkatan dengan hiasan ular naga terukir di tembok tangga menuju lantai dua gapura. Bagian atas gapura ini dulunya sering menjadi tempat bagi sultan dan istrinya untuk menyaksikan pagelaran tari serta gamelan dari atas.
Sedangkan di bagian bawah sering kali digunakan sebagai kamar dan tempat berhias para permaisuri dan sultan. Namun sekarang bagian Gapura Panggung ini menjadi tempat pembelian tiket masuk bagi para wisatawan yang berkunjung.
Bentuk Gapura Panggung yang unik juga jadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan untuk berfoto dan mengambil gambar. Suasana yang asri dan arsitekturnya yang khas jadi tempat menarik dan sayang untuk dilewatkan.
Gedong Sekawan. Setelah melewati Gapura Panggung, Anda akan tiba di sebuah halaman luas yang disebut sebagai Gedong Sekawan. Nama ini diberikan karena di halaman berbentuk segi delapan ini terdapat empat bangunan yang dihiasi beberapa pot bunga besar.
Saat masih berfungsi, Gedong Sekawan merupakan tempat bagi sultan, permaisuri serta keluarga kerajaan untuk beristirahat. Setiap bangunan memiliki pintu di keempat sisinya sehingga bisa diakses dari arah manapun.
Selain itu di keempat arah mata angin taman Gedong Sekawan terdapat pintu yang menghubungkannya dengan area lainnya di Taman Sari. Namun saat ini hanya beberapa pintu saja yang bisa diakses yakni pintu di sebelah timur dan barat.
Untuk pintu sebelah timur terhubung dengan Gapura Panggung sedangkan pada pintu sebelah barat mengarah langsung ke area kolam. Tempat ini sering juga menjadi tempat beristirahat bagi para pengunjung karena suasananya yang sejuk dan asri berkat pohon di sekitarnya.
Berwisata ke Taman Sari, Menyelami Keindahan Tempat Liburan Raja Ngayogyakarta
Selanjutnya adalah Umbul Binangun atau terkadang disebut juga Umbul Pasiraman yang menjadi daya tarik utama dari Taman Sari. Di area ini terdapat tiga kolam dengan air jernih berwarna biru yang menjadi tempat mandi sultan, putri, permaisuri, dan selir.
Kolam yang paling terlihat adalah Umbul Kawitan dan Umbul Pamuncar yang menjadi tempat pemandian bagi putri, permaisuri, dan selir. Sedangkan untuk Umbul Panguras menjadi pemandian khusus untuk sultan dan permaisuri atau selir yang diizinkan sultan.
Pada area Umbul Binangun juga terdapat dua bangunan yakni di sisi utara yang menjadi tempat para putri berganti pakaian. Bangunan lainnya terletak di antara Umbul Pamuncar dan Umbul Panguras yang memiliki banyak kamar serta sebuah menara pengamatan.
Dari menara tersebut biasanya sultan dapat melihat langsung para permaisuri dan selir yang sedang membersihkan diri. Dibangunan yang sama sultan biasanya sering bersantai dan beristirahat persis seperti ruang spa atau sauna.
Sisi barat Umbul Binangun Anda akan melihat gerbang besar dengan ukiran yang indah dan disebut sebagai Gapura Agung Taman Sari. Ukiran yang ada di Gapura Agung ini merupakan Candra Sengkala Lajering Kembang Sinesep Peksi yang terdiri dari bunga dan burung.
Sengkalan Memet atau ukiran tersebut merupakan petunjuk yang memberi tahukan tahun pembuatan Taman Sari yakni tahun 1765 Masehi. Dahulu Gapura Agung inilah yang menjadi gapura utama untuk masuk Taman Sari bagi sultan dan rombongannya.
Halaman luas Gapura Agung sering dimanfaatkan sebagai parkir kereta kuda atau kereta kencana rombongan sultan. Pada bagian atas gapura juga terdapat pelataran yang memungkinkan pengunjung melihat pemandangan di bawah gapura dan sekitar Taman Sari.
Selain Umbul Binangun, Taman Sari juga terkenal dengan Sumur Gumuling atau masjid bawah tanahnya yang berbentuk unik. Bentuk masjid yang melingkar dan berlubang pada bagian tengahnya menjadi ciri khas dari Sumur Gumuling ini.
Bangunan Sumur Gumuling juga telah didesain sedemikian rupa sehingga suara imam dari mihrab bisa terdengar ke seluruh ruangan. Sirkulasi udara di tempat ini juga sangat terjaga sehingga meski berada di bawah tanah Anda tidak akan merasa panas.
Selain itu terdapat tangga unik yang menghubungkan lantai satu dan dua tepat di tengah lubang bangunan Sumur Gumuling. Tangga ini sering menjadi tempat berfoto instagramable bagi para pengunjung termasuk untuk sesi pemotretan prewedding profesional.
Untuk menuju Sumur Gumuling Anda harus menuruni tangga dan melewati terowongan air bawah tanah yang cukup panjang. Suasana terowongan yang terang dari cahaya matahari juga menjadi tempat favorit wisatawan untuk berpose dengan berbagai gaya.
Tidak jauh dari Sumur Gumuling, Anda bisa mengunjungi Gedung Kenongo atau yang terkenal juga dengan nama Pulo Kenongo atau Pulo Cemeti. Bangunan ini merupakan bangunan dengan posisi tertinggi di Taman Sari dan menjadi tempat bersantai bagi sultan dan tamunya.
Dulunya di dekat Gedung Kenongo ini terdapat danau buatan untuk bermain air yang kini telah menjadi Pasar Ngasem dan permukiman warga. Dari atas Anda bisa melihat pemandangan indah rumah-rumah warga dan juga golden sunset dengan sangat jelas.
Bangunan yang hanya tinggal reruntuhan ini menjadi tempat yang bagus untuk Anda yang ingin berfoto dengan latar instagramable. Tidak ada salahnya untuk berhenti dan mampir ke Gedung Kenongo sebelum Anda pulang dan membeli oleh-oleh khas Jogja yang ada di setiap pintu keluar bangunan. Nah sampai di sini sesi mengunjungi Taman Sari selesai dan Anda bisa keluar melalui area parkir kendaraan dan P K L yang menjual berbagai macam kuliner. Selamat berlibur. (*)













