Perempuan Mandiri
Bupati Muhdlor mengutip sebuah riset bahwa ketika peranan perempuan yang menjadi pengusaha disebut bisa meningkatkan potensi kontribusi atas produk domestik bruto (GDP) global hingga USD 5 triliun.
“Melihat strategisnya peran kaum perempuan, sudah selayaknya kita terus mendorong kemandirian ekonomi kaum perempuan. Di Sidoarjo tahun 2022 diluncurkan Kurma (Kartu Usaha Perempuan Mandiri) untuk mendongkrak ekonomi keluarga melalui peran perempuan. Peran Dekranasda harus optimal mengawal ini untuk membantu pulihkan ekonomi dan menggali potensi pemberdayaan perempuan,” ujar Bupati Muhdlor.
Program Kurma sendiri adalah bantuan modal Rp5-50 juta diiringi pelatihan dan sertifikasi untuk kaum perempuan. Program itu akan digeber pada 2022.
Ketua Dekranasda Sidoarjo, Sa’adah Ahmad Muhdlor menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan program-program yang akan membantu mendongkrak industri kerajinan di Sidoarjo melalui pengembangan dan digitalisasi.
“Kita sudah siapkan program untuk membawa UMKM terutama yang berbasis kerajinan untuk go digital,” tuturnya.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah mendampingi pembuatan materi promosi UMKM yang dikemas secara apik melalui instrumen audio visual. “Kita juga akan jembatani untuk masuk ke marketplace-marketplace,” ujarnya.
Selain memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan penjualan, strategi kolaborasi juga akan dilakukan. Dekranasda Sidoarjo akan kerjasama dengan Dekranasda Jawa Timur, saling membantu memasarkan produk kerajinan yang dihasilkan Sidoarjo.
“Kita akan kolaborasi dengan Dekranasda Jawa Timur dalam memasarkan hasil karya kerajinan Sidoarjo. Selain kita optimakan dengan pemasaran digital,” pungkasnya.
Tugas Dekranasda di bawah komando Ning Sasha penuh tantangan. Bukan hanya karena adanya pandemi saja, tetapi Sidoarjo yang sudah menyandang kota UMKM Indonesia sudah saatnya kembali menunjukkan eksistensinya di kancah nasional. Banyak hasil kerajinan dari Sidoarjo yang bisa dijadikan produk unggulan untuk dipasarkan. (win)














