
PHILADELPHIA|DutaIndonesia.com – Kalangan diaspora Indonesia di Amerika Serikat (AS) menyatakan prihatin atas kondisi di Tanah Air yang makin memburuk. Khususnya terkait penanganan aksi demonstrasi masyarakat yang dilakukan aparat keamanan hingga menimbulkan korban jiwa.Aksi demonstrasi yang berujung rusuh itu meluas di sejumlah daerah di Indonesia.
Diaspora Indonesia di Philadelphia, Syarif Saifulloh atau biasa disapa Pak Tani mengaku prihatin dengan kondisi di Indonesia. Rakyat demo karena kecewa dengan anggota DPR yang pendapatan atau gajinya besar tapi tidak berbuat banyak untuk bangsa dan negara. Belum lagi korupsi merajalela, sejumlah pejabat pun ditangkap oleh aparat KPK. Bahkan, para pejabat juga berperilaku atau membuat pernyataan kontroversial yang membuat rakyat marah.
Seorang pengemudi ojek online Affan Kurniawan tewas diduga dilindas kendaraan taktis atau Rantis Barakuda milik aparat keamanan yang menghalau aksi demonstrasi di Jakarta
“Rakyat tidak akan bergerak jika tidak ada sebab akibat. Harusnya para petinggi siapapun hati- hati dalam segala ucapannya dan tingkah polahnya. . terjadinya peristiwa demi peristiwa itu tidak lain karena rakyat disuguhi tontonan demi tontonan yang membuat rasa hati di pendam… Indonesia adalah Negara Besar.. Jika terus menerus seperti ini.. Sangat sedih sekali saya sebagai Diaspora Indonesia.. Doa saya… Semoga Indonesia Aman dan Terkendali…,” katanya kepada DutaIndonesia.com, Sabtu (30/8/2025).
Syarif juga membagikan pernyataan resmi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat – Kanada Terkait Insiden Tewasnya Pengemudi Ojek Online di Jakarta. Isinya sebagai berikut:
“Kami, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat – Kanada, menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Affan Kurniawan (21 tahun) pada 28 Agustus 2025. Kami mendesak langkah konkret berikut:
1. Komitmen pemerintah menegakkan hukum, melindungi warga, dan mengatasi akar ketidakadilan sosial-ekonomi.
2. Investigasi yang transparan dan adil oleh Tim Independen Non-Polri terhadap pelaku, tanpa impunitas!
3. Penghentian represi dalam penanganan aksi demonstrasi serta penghormatan penuh pada hak konstitusional warga.
4. Reformasi kepolisian secara menyeluruh agar profesional, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat, disertai pendidikan berkesinambungan bagi seluruh anggota terkait hak asasi manusia, etika profesi, komunikasi non-kekerasan, dan penanganan massa yang humanis.
5. Pemulihan fungsi perwakilan di DPR RI: wakil rakyat wajib memperjuangkan aspirasi publik, bukan mempertontonkan ketidakpekaan, arogansi, pamer kekayaan, dan gaya hidup yang jauh dari realitas warga yang diwakili.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.” (gas)














