Direktur Utama PT Mahkota Inti Persada Irwan Tanamal Berbagi Kisah Berbisnis Daur Ulang dari Sampah

oleh

Cash Setiap Hari

Memang unik bisnis daur ulang botol kemasan plastik, karena selain harus berinvestasi di mesin pabrik, PT Mahkota Inti Persada harus memastikan tersedianya sampah botol plastik dalam volume dalam jumlah yang cukup untuk didaur ulang.

Mata rantai produksi PT Mahkota Inti Persada didukung oleh jaringan pemulung yang berjumlah hingga 20,000 orang. Mereka tersebar di Bali, Lombok, Bekasi, Tangerang Selatan dan Bandung.

“Ini pemulung kecil yang tiap hari berkontribusi sampai 5-6 kilogram sampah botol plastik untuk kita. Pemulung ini. Mereka memperoleh pendapatan sekitar Rp 25,000 per hari. Sekilonya sekitar Rp 4.000-Rp 5.000,” ujarnya.

Irwan Tanamal menjelaskan PT Mahkota Inti Persada harus memastikan memberi dana cash melalui jaringan pengepul besar sehingga pemulung bisa pendapatan rutin setiap hari dari sampah plastik yang dikumpulkannya.

“Itu harus keluar cash terus setiap hari. Tidak ada yang namanya utang. Masalahnya kalau kita tidak ambil 1 atau 2 hari saja, pengepul bisa setor ke tempat yang lain, termasuk pabrik tekstil yang memerlukan bahan recycled PET,” ujarnya.

Ia menambahkan jika harga minyak bumi turun, harga virgin material (pelet plastik terbuat dari minyak bumi) jadi lebih murah.

“Dapatnya pun mudah, banyak produsen dari Cina, kita sebenarnya rugi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembuatan botol plastik sejatinya bisa menggunakan virgin material, selain dari bahan daur ulang.

No More Posts Available.

No more pages to load.