Rumah Coklat Bodag
Saat meninjau Rumah Coklat Bodag di Desa Bodag, Kab. Madiun, Gubernur Khofifah menyempatkan melihat proses pengolahan dan produksi coklat. Pujian lalu dilontarkan oleh Gubernur Jatim ini atas pengembangan yang tidak semata menyajikan dan menjual minuman coklat. Pasalnya, desa ini juga menjadi pusat produksi coklat di Kab. Madiun.
Di Rumah Coklat Bodag tersebut disediakan tempat minum olahan coklat dengan pemandangan sawah dan beberapa gazebo yang bisa dimanfaatkan untuk keluarga. Dalam ruang produksi terdapat pedoman untuk pengolahan produksi secara halal yang dipasang di dinding. Terdapat mesin penyangrai, diseller, pemasta, freezer box, mesin pengemas otomatis.
Rumah coklat yang dikelola BUMDES Abadi tersebut mulai produksi dan dibuka untuk umum pukul 09.00 sampai pukul 16.00 WIB dengan produksi sebanyak 10-20 kg per hari. Adapun olahan yang diproduksi seperti milk chocolate, dark chocolate, bubuk coklat murni, bubuk coklat 3 in 1, bubuk coklat renteng.
Khofifah menyebutkan, Rumah Coklat Bodag ini didirikan dengan pengembangan ekonomi kreatif dari pemerintah pusat senilai Rp1,5 miliar. Yang mana uang bantuan tersebut digunakan untuk membina sumber daya manusia (SDM), membangun lokasi produksi dan kedai, serta membeli alat produksi coklat.
Di Desa Bodag juga dihadirkan gapoktan petani coklat dengan varian produk yang sudah cukup dikenal. Kopi lereng gunung Wilis dari Desa Kare Kecamatan Kare sangat berpotensi untuk diusulkan menjadi desa devisa juga.
Sementara itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, kunjungan Gubernur Khofifah ke Desa Candimulyo ini memberikan semangat tersendiri bagi pembatik dan masyarakat sekitar. Setelah kunjungan ini diharapkan ada kebangkitan ekonomi di Desa Candimulyo utamanya komoditas batik.
“Batik ini menjadi salah satu pemberdayaan masyarakat. Saat ini sudah sangat luar biasa. Para pengrajinnya sangat semangat, dan yang mengenakan juga senang. Kita dorong terus pengembangannya. Kehadiran Ibu Gubernur ini membawa semangat bagi para pembatik dan UMKM di sini,” pungkasnya. (her)











