DKPP Kab. Madiun Sarankan Masyarakat Beli Hewan Kurban di Lapak Rumahan

oleh
Drh. V. Bagus Sri Yulianta saat melakukan pengecekan dan pemeriksaan kambing di salah satu pedagang di pinggir jalanan.
Drh. V. Bagus Sri Yulianta saat melakukan pengecekan dan pemeriksaan kambing di salah satu pedagang hewan kurban di pinggir jalan Madiun.

 

MADIUN| DutaIndonesia.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kab. Madiun sudah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan hewan kurban baik di rumah warga maupun di pinggir jalan. Kepala DKPP Kab. Madiun saat dihubungi DutaIndonesia.com dan Global News melalui Kabid. Peternakan, Drh. V. Bagus Sri Yulianta mengatakan, selama pemeriksaan hewan baik di pinggir jalan maupun di rumah tidak ditemukan gejala-gejala penyakit. Artinya hewan layak untuk dikonsumsi.

“Selain memeriksa hewan tersebut, petugas juga memberikan vitamin dan disinfektan,” katanya.

Dia menghimbau kepada masyarakat yang membeli hewan kurban agar berhati-hati dan waspada. Hendaknya membeli hewan di lapak rumahan. “Dari faktor kesehatan lebih terjamin di rumah daripada di pinggir jalanan. Selain itu, kalau di rumah asupan makanan dan minuman lebih terjamin juga suhu udara lebih stabil,” katanya.

Sebelumnya DKPP Pamekasan juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sejak Senin (3/6/2024) lalu menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H. Pemeriksaan dilakukan di lapak-lapak penjualan hewan kurban.

“Kami sudah menyusun jadwal pemeriksaan sampai hari Jumat ( 14/6/2024) besok, menjelang Idul Adha. Kami melakukan pemeriksaan di lapak-lapak penjualan hewan kurban di Pamekasan yang tersebar di beberapa tempat,“ kata Plt Kepala DKPP Pamekasan, Nolo Garjito, didampingi Slamet Budi Harsono, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Rabu (12/6/2024).

Beberapa lapak yang biasa menjadi tempat penjualan hewan kurban, antara lain, sepanjang Jalan Desa Laden yang banyak menjual sapi. Juga di Jalan Sersan Mesrul banyak orang menjual kambing. “Selain itu kami juga melakukan pemeriksaan rutin di pasar-pasar seperti Pasar Keppo,” ujarnya.

Langkah pemeriksaan itu dilakukan, kata Nolo, untuk memastikan bahwa ternak yang dijual untuk kurban benar-benar sehat. Selanjutnya DKPP membuat surat keterangan kesehatan hewan, bahwa yang dijual oleh para pedagang di lapak tersebut merupakan ternak sehat.

Namun Nolo mengaku selama ini tidak ditemukan hewan terutama sapi yang bermasalah. Sapi yang dijual untuk kurban rata-rata sehat. Masyarakat sudah tahu mana hewan sehat dan yang sakit. “Bila penjual menjual ternak sakit pasti tidak akan laku. Kami lakukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatannya. Juga kesejahteraan hewan. Jadi yang dilihat juga ketersediaan pakan dan airnya, apakah pakan cukup dan air cukup. Jadi kesejahteraan hewan juga kami pantau di lapak- lapak hewan itu,” terangnya.

Nolo menegaskan bahwa kesejahteraan ternak atau ketersediaan pakan ternak juga aman karena para pedagang sudah menyetok di rumahnya, rerumputan dan hijauan pakan ternak yang dicadangkan untuk pakan ternak selama beberapa hari ke depan.

Terkait jenis sapi yang dijual beragam. Ada sapi madrasin yakni sapi hasil kawin silang, sapi limosin dan sapi Madura. Ada sapi Madura asli, kambing Madura, ada kambing kacang kambing yang kupingnya panjang, ada juga kambing peranakan etawa.

Total sapi dan kambing yang tersedia di lapak diperkirakan mencapai ribuan. Jumlah lapak yang ditangani petugas sekitar 25 lapak. Di Palengaan, di Desa Samatan Kecamatan Proppo juga ada sapi madrasin dan sapi lokal. Semua lapak yang menjual hewan dalam rangka hari raya kurban diperiksa untuk memastikan ternak yang dijual ternak sehat.

Dibanding tahun lalu, kata Nolo, jumlah hewan yang dijual di lapak-lapak tampaknya sama, dan juga sudah banyak hewan yang diberi tanda dengan cat di badan ternak sebagai tanda bahwa ternak itu sudah laku. “Alhamdulillah pedagang hewan ternak banyak yang laku dagangannya,” ucapnya.

Tim pemeriksa yang diturunkan ke lapangan melibatkan 4 Puskeswan, seperti Puskeswan kota membawahi Kecamatan Tlanakan, Pamekasan dan Proppo. Puskeswan Waru membawahi Kecamatan Pasean, Batumarmar dan Waru. Puskeswan Galis membawahi Pademawu, Larangan, Kadur dan Galis. Dan Puskeswan Pakong membawahi Pegantenan Palengaan dan Pakong. Dalam tim itu melibatkan para tenaga medis dan dokter hewan.

Nolo mengimbau agar pedagang menjual hewan yang terjamin kesehatannya. Pertama pastikan hewan itu untuk kurban, pastikan pakan dan air yang cukup atau kesejahteraan hewan terjamin. “Kalau ada masalah atau penyakit, segera menghubungi DKPP untuk dapat layanan kesehatan hewan,” pungkasnya. (her)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.