Erick Hermawan: Perlu Insentif Cukai Murah Bagi Industri Rokok Madura

oleh
Erick Hermawan
Erick Hermawan, anggota DPR RI

 

PAMEKASAN| DutaIndonesia.com – Anggota DPR RI Dapil XI Madura dari Fraksi Partai Golkar Erick Hermawan menegaskan industri rokok saat ini bisa meningkatkan APBD Pamekasan. Melalui industri rokok, ekonomi masyarakat Pamekasan mulai mengalami peningkatan.

Dia mengungkapkan hal itu pada wartawan usai menjadi pembicara dalam Work Shop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa di Kabupaten Pamekasan, yang digelar di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (7/8/2025). Acara ini kerjasama BPKP Jatim, Kementerian Keuangan RI, DPR RI, Pemprov Jatim dan Pemkab Pamekasan.

Meski demikian Erick mengaku bahwa industri rokok di Madura khususnya di Pamekasan masih ada masalah utamanya soal kewajiban menggunakan cukai. Karena itu perlu dicarikan solusi. Dia mengaku telah berusaha untuk mencarikan solusi itu.

Pihak DPR RI, kata dia, telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa kali mencarikan solusi, yakni industri rokok Madura bisa menggunakan cukai kelas 4 yakni cukai paling murah yang diberlakukan untuk perusahaan rokok pemula.

“Kita sudah ada solusi, yang akan dipilih adalah cukai yang ke empat cukai murah untuk pemula. Saya sudah hampir sebulan keliling Amerika dan Eropa, memang saya melihat bahwa industry rokok di Madura perlu dikasih insentif cukai murah,” tegasnya.

Konsekuensinya, kata dia, jika pemerintah telah memberikan insentif berupa cukai murah, maka semua industry rokok harus taat aturan wajib menggunakan cukai semua, kalau tidak memakai tidak boleh berusaha.

Dia juga meminta Satgas Bea Cukai jangan hanya pengusaha lokal Pamekasan atau Madura yang jadi sasaran satgas, industri rokok besar pun harus dipantau karena juga ada perusahaan rokok besar yang cukainya biasa doble- doble.

“Nah itu dia makanya harus fair, semua nanti akan saya bicarakan dan saya akan berusaha untuk ketemu dengan Bapak Kepala Bea Cukai Wilayah Jatim Surabaya. Saya akan konsultasi dengannya bagaimana solusinya,” katanya.

Dia merencanakan jika ada kegiatan ke Madura lagi akan bersama Wakil Menteri Keuangan Bapak Abimanyu. Bahkan juga akan melibatkan pihak bea cukai, untuk mencarikan solusi bagaimana menyelesaikan masalah di Madura ini.

“Saya akan perjuangkan, saya terus kejar ini, karena saya memandang bahwa kalau industri rokok di Madura pakai cukai semua, insya Allah tembus Rp 1 triliun lebih untuk pemasukan dari Madura saja. Kalau tak keliru tahun ini katanya tembus Rp 1 triliun, kepala Bea Cukai bilang begitu,” pungkasnya. (mas)

No More Posts Available.

No more pages to load.