FESyar Jawa 2021: OJK Paparkan Tantangan dan Strategi Penguatan Ekonomi Syariah, Jatim Andalkan Pesantren

oleh

Jatim Andalkan Pesantren

 Namun begitu, Indonesia menjadi negara pertama yang menerbitkan Green Sukuk, dan Nilai industri halal pun semakin meningkat pada 2020 tercatat US$3 miliar, serta memiliki destinasi wisata halal terbaik di dunia.

“Khusus untuk industri perbankan, literasi keuangan syariahnya paling tinggi dan itu ada 13 provinsi yang memiliki tingkat literasi di atas rata-rata Nasional, seperti DKI Jakarta, Jatim, NTB, Riau, Aceh, Jabar, Sumut, Sumbar, Sumsel, DIY, Jateng, Banten dan Kalbar,” jelasnya.

Kristianti menambahkan OJK pun telah menyiapkan strategi penguatan ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya adalah sinergi dan integrasi antara sektor riil, keuangan komersial, dan keuangan sosial sehingga ketiganya dapat tumbuh bersama.

“Selain itu, diperlukan penguatan kelembagaan industri keuangan syariah agar lebih berdaya saing dan dapat bertahan melewati masa pandemi, mengatasi keterbatasan kuantitas dan kualitas SDM syariah yang unggul, dan meningkatkan terus menerus meningkatkan literasi,” ujarnya.

Selain itu, diperlukan adaptasi ekonomi dan keuangan syariah di era new normal yakni pentingnya go digital yang akan mendorong perilaku konsumen di era pandemi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menambahkan untuk memperkuat ekonomi syariah di Jatim, Pemprov Jatim lebih fokus mendorong suplai produk halal yang dikatalisasi oleh basis pesantren yang sangat melimpah keberadaannya di Jatim.

“Peluang pengembangan ekonomi syariah kita salah satunya adalah banyaknya pesantren,” imbuhnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.