Giliran Warga Mojoanyar Bersilaturahim ke Kiai Asep dan Gus Habib

oleh
Salah satu Bacaleg Kab Mojokerto, M Dhofir, memberikan sambutan pada warga Kec Mojoanyar disaksikan (dari kiri ke kanan) H. Shobirin, Ketua Bekisar, Mohammad Habiburachman (Gus Habib) Bacaleg DPR RI, H Sholeh Sekretaris Nasdem Mojokerto, dan Kiai Asep.

MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Memasuki hari ke tiga puasa bulan Ramadhan, giliran warga Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto yang tergabung dalam barisan Bekisar (Bela Kiai dan Santri) bersilaturahim ke Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto dan Surabaya.

Meski dalam guyuran hujan deras, bapak-bapak dan ibu-ibu tak kurang dari 400 orang, tetap bersemangat, riang gembira mendatangi acara silaturahim bersama Kiai Asep. Seperti sebelumnya, ajang silaturahim tahunan ini, digelar di Masjid KH Abdul Chalim, Kampus IKHAC Pacet, Mojokerto, Sabtu, 24 Maret 2023.

Acara dipimpin langsung oleh Romo Kiai Asep. Pertama, dilakukan istighotsah dan do’a Bersama. Tujuannya mengharapkan agar seluruh warga Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, selalu dalam perlindungan dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Kedua memohon agar Kabupaten Mojokerto pada Pilkada 2024, berhasil memilih pemimpin (baik anggota DPR, DPRD Jatim, DPRD dan Bupati-Wakil Bupati Mojokerto) yang baik dan benar, sehingga mampu menapak menuju cita-cita Mojokerto yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo. Dan terakhir memohon kepada Allah agar Indonesia senantiasa dipimpin oleh orang-orang yang jujur, lurus dan mampu membawa pada keadilan dan kemakmuran rakyat.

Setelah istighotsah, Kiai Asep memperkenalkan putra keempatnya, Muhammad Habiburahman (Gus Habib), yang akan maju menjadi Bacaleg DPR RI dari Partai Nasdem, dari Dapil 8 (Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kab. Madiun dan Kota Madiun). Demikian juga beberapa Bacaleg dari tingkat Kabupaten Mojokerto.

“Agar aspirasi masyarakat Mojokerto bisa tersalurkan, dibutuhkan anggota DPR RI yang berasal dari Kabupaten Mojokerto. Ini terkait untuk menunjang cita-cita kita bersama, menuju Kabupaten Mojokerto yang adil dan makmur,” jelas Kiai Asep.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Habiburahman (Gus Habib), menyampaikan sedikit sambutannya. Ia berharap dukungang penuh dari masyarakat Mojoanyar. Karena tanpa dukungan masyarakat Mojoanyar, Mojokerto dan Dapil lainnya, dirinya tak akan mampu untuk memperjuangkan aspirasi warga. Artinya tak mampu memperjuangkan warga Mojokerto di tingkat nasional.

“Bapak-bapak, ibu-ibu, juga perlu dipahami, saya adalah adiknya Gus Barra. Bukan kakaknya, meski secara postur tubuh, tampak lebih besar saya,” kata Gus Habib yang disambut tawa warga Mojoanyar. Hal ini perlu disampaikan Gus Habib, karena ketika dia turun ke masyarakat, seringkali dikira Gus Barra yang tak lain Wakil Bupati Mojokerto. Gus Barra sendiri dalam Pilbup Mojokerto 2024 akan maju sebagai calon bupati yang diusung hampir semua parpol.

Sementara H. Shobirin, pimpinan barisan Bekisar mengatakan bahwa barisan Bekisar selain mendukung Gus Habib, saat Pilkada nanti ‘wajib’ mendukung Gus Barra (Dr H Muhammad Al Barra Lc, M.Hum).

“Caleg DPR RI siapa ?,” teriak Shobirin bertanya. “Gus Habib ….!,” sahut warga Mojoanyar. “Bupati Mojokerto 2024 siapa ?,” Shobirin kembali bertanya dengan suara lantang. “Gus Barra …!,” sahut sekitar 400 lebih warga yang hadir dalam acara itu.

Usai acara, Kiai Asep memberikan santunan beras dan biaya transpor kepada warga Mojoanyar yang hadir. “Kalau itu, sudah menjadi agenda tahunan. Kami berikan paket santunan pada masyarakat di bulan Ramadhan,” kata Kiai Asep.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Asep tampak senang memperhatikan sibuknya panitia, dan sabarnya warga dalam memberi dan menerima bingkisan. “Sungguh saya merasa senang dan bahagia, melihat ini. Kami bersyukur dan senang karena masih diberi kepercayaan oleh Allah SWT, hingga bisa memberi santunan kepada mereka. Dan mereka kelihatan bahagia dan ceria menerimanya. Karena kalau ada beras di rumah, bapak-bapak dan ibu-ibu merasa ayem. Tinggal mencari tambahan untuk lauk pauk,” kata Kiai Asep.

Perasaan ini diungkapkan Kiai Asep bukan tanpa dasar. Karena seringkali Kiai Asep bercerita, bahwa dirinya dulu pernah merasakan kondisi ekonomi yang berat. Menjadi orang miskin.

Dijelaskan Kiai Asep bahwa mengundang warga dari relawan Bekisar merupakan jalinan silaturahmi yang rutin dilakukan tiap bulan Ramadhan, serta wujud syukur bisa berbagi di bulan Ramadhan.

“Kita harus merasa senang beribadah, menghidupkan qiyamul lail, dan peduli sesama di Bulan Ramadhan. Saya mengajak panjenengan sedoyo untuk segera mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang maju, adil dan makmur. Sehingga, nantinya Mojokerto dapat menjadi miniaturnya Indonesia. Untuk itu, di Pileg dan Pilbup 2024 Mojokerto nanti, kita harus memilih calon pemimpin yang membela kepentingan rakyat dan beroriantasi dengan rakyat,” jelas Kiai Asep.

Umi Hanik warga Desa Pasinan Kecataman Mojoanyar mengaku sangat senang dapat menghadiri undangan dari Kiai Asep untuk mengikuti istighotsah, juga mendapat beras dan uang dari pengasuh Ponpes Amanatul Ummah tersebut.

“Alhamdulillah, setiap bulan Ramadhan dapat undangan istighotsah dari Bapak Kiai Asep. Senang rasannya, saya yang datang dengan tetangga lainnya, mendapat beras dan uang. Terima kasih kepada bapak Kiai Asep. Semoga Beliau selalu diberi rezeki lancar, kesehatan dan umur panjang barokah,” ungkapnya.

Sementara itu, H Amin selaku koordinator kegiatan tersebut mengatakan, istighotsah yang diselenggarakan oleh Kiai Asep ini, telah terjadwal atau rutin setiap memasuki bulan suci Ramadhan. Secara bertahap selama bulan suci Ramadhan, warga yang berada di 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto dan telah terdaftar oleh panitia istighotsah dan Buka Bersama (bukber).

Mereka hadir mulai pukul 16.00 untuk mengikuti istighotsah demi keselamatan bangsa yang dipimpin langsung oleh Kiai Asep. “Hari ini, memasuki giat istighotsah dan bukber ke 2 di Kampus IKHAC Kompleks Ponpes Amanatul Ummah. Para warga yang hadir, setelah mengikuti istighotsah diajak buka bersama sama Abah Kiai, juga diberi santunan beras dan uang,” kata H Amin. (Moch Nuruddin, Gatot Sutanto)

No More Posts Available.

No more pages to load.