Industri Pengolahan
Sementara itu, mulai pulihnya perekonomian Jatim dapat terlihat dari kinerja ekspor yang terus menunujukkan peningkatan pesat dimana Jatim mengalami peningkatan pada bulan Oktober 2021 sebanyak 18,46% (yoy) dan impor sebanyak 74.51% (yoy). Diperkirakan di tahun 2022, perekonomian Jatim akan terakselerasi hingga mencapai rentang 5,0%-5,8%.
Situasi ini, kata Khofifah juga didorong dengan terus membaiknya konsumsi rumah tangga, ekspor luar negeri dan investasi. Dari sisi sektoral, peningkatan terbesar bersumber dari sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan. Imi berseiring dengan meningkatnya permintaan domestik dan global yang lebih tinggi dari perkiraan semula.
Khofifah menyebutkan, terus membaiknya situasi Jatim adalah berkat kerja keras semua pihak dalam upaya mempercepat vaksinasi dan menerapkan PPKM, sehingga ini menjadi game changer bagi pemulihan ekonomi di tahun 2021.
“Tentu pencapaian ini harus terus didorong untuk dapat menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi lead exportmanufaktur,” imbau Khofifah.
Namun demikian, Khofifah mengatakan jika perjalanan Jatim menuju pemulihan ekonomi masih panjang. Karenanya, ia mengajak agar semua pihak yang terlibat dalam restorasi ekonomi makin memperkuat persatuan dan menjaga keoptimisan mereka.
“Ke depan, kita akan menghadapi tantangan yang masih berat. Kita harus terus bergerak maju dan meningkatkan sinergi antar seluruh institusi dengan semangat bersama dan optimisme untuk mewujudkan Indonesia dan Jawa Timur yang semakin makmur, inklusif, sejahtera, dan berkeadilan,” ajaknya.














