MAKKAH| DutaIndonesia.com – Cuaca panas di Kota Makkah dan Madinah membuat banyak jamaah haji lanjut usia (lansia) jatuh sakit. Bahkan sebagian di antara mereka ada yang wafat di Tanah Suci. Jamaah yang meninggal dunia ini selanjutnya akan dibadalhajikan.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan, bahwa jumlah jamaah haji meninggal dunia hingga saat ini mencapai 21 orang. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir ketika operasional penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari ke-15. Tahun lalu, jumlah jamaah haji yang wafat hingga hari terakhir operasional penyelenggaraan ibadah haji mencapai 89 orang.
Terakhir jamaah yang meninggal bernama Samsul Adib Mohammad Djafar. Almarhum meninggal pada Senin 5 Juni 2023 pukul 06.45 waktu Arab Saudi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah. Meniggalnya Samsul yang berasal dari Kloter 6 Embarkasi SUB (Surabaya) itu membuat daftar wafat jamaah haji asal embarkasi tersebut juga menjadi yang terbanyak. Total ada 8 jamaah asal embarkasi Kota Pahlawan meninggal dunia di Tanah Suci.
Selain Samsul, jamaah lainnya adalah Laupe Baco Cido meninggal pada Senin kemarin. Lalu, Mustafa Husin Syatri dari Embarkasi Palembang, dan Winaryo Sukaryo, yang wafat pada Minggu sehari sebelumnya.
Sedangkan untuk jamaah sakit, ada 47 orang yang menjalani rawat inap dan 236 pasien rawat jalan. Dari jumlah tersebut pasien yang masih dirawat oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebanyak 54 orang.
“Hasil evaluasi sampai saat ini ada 21 sudah wafat. Ini tertinggi di 4 tahun terakhir. Mudah-mudahan tidak semakin meningkat dan akan kami upayakan semaksimal mungkin,” kata Dante usai rapat koordinasi dengan Menteri PMK Muhadjir Effendy di Jakarta, kemarin.
Selengkapnya baca Hajimakbuil.com.













