MOJOKERTO|DutaIndonesia.com – Pasukan Harimau Majokerto Nusantara atau yang popular disebut Pasukan HMN, Rabu (19/4/2023) sore hingga malam, menggelar acara Kenduri Seduluran dan silaturahim dengan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, di aula Guest House, Kampus IKHAC, Pacet, Mojokerto.
Mereka datang dari seluruh daerah di Kabupaten Mojokerto, bahkan ada beberapa yang datang dari kota lain, di Jawa Timur. Dengan memakai seragam serba hitam, pasukan HMN duduk tertib di aula Guest House IKHAC.
Sementara, pimpinan HMN yang popular disebut ”Panglima Harimau,” bersama Sekjennya, Samtoyo, secara bergantian menjelaskan dan memberi motivasi kepada anggota pasukannya. Mereka menjelaskan, bahwa keberadaan HMN, missi utamanya adalah mengawal Kiai Asep untuk mewujudkan cita-citanya, yakni kehidupan masyarakat Mojokerto yang lebih baik, lebih maju, lebih adil dan lebih makmur.
Untuk itu, Kiai Asep telah mewakafkan tiga orang anaknya untuk mengawal dan mewujudkan harapan tersebut. Yakni putra pertamanya, Dr H Muhammad Al Barra Lc MHum (Gus Barra) untuk menjadi Wakil Bupati dan menuju Bupati Mojokerto pada 2024. Kedua adalah anak mantu kedua, yakni Dr Mohammad Afif Zamroni Lc ME (Gus Afif), menjadi Bacaleg DPR RI dari PAN, serta putra keempatnya, Mohammad Habiburahman (Gus Habib) menjadi Bacaleg dari Partai Nasdem.
Kiai Asep juga mengkader beberapa santrinya untuk menjadi Bacaleg DPRD Kabupaten Mojokerto, baik dari Partai PAN maupun dari Partai Nasdem.
Dikisahkan oleh Panglima HMN, bahwa ketika Bu Nyai Asep mengandung Gus Barra, Bu Nyai Asep bermimpi diikuti oleh harimau. Dan menurut Panglima HMN, itu adalah pertanda bahwa jabang bayi yang dikandungnya, yakni Gus Barra, merupakan harimau yang akan menjadi pimpinan. “Dan itu kita yakini bakal menjadi pimpinan masa depan Kabupaten Mojokerto,” kata Panglima HMN.
“Apakah kalian siap berjuang menjadikan Gus Barra Bupati Mojokerto?” kata sang panglima. “Siap…” sambut pasukan HMN dengan mengepalkan tangannya.
“Apakah kalian sanggup berjuang agar Gus Afif bisa duduk di kursi DPRRI ?” Dijawab kompak, “Siap…!”.
Pada sambutannya, Gus Afif mengatakan bahwa pada zaman Rasulullah, yang menjadi Singa Allah adalah Hamzah, paman nabi. Dan sekarang, pasukan HMN-lah yang dapat amanat mengemban seperti halnya Hamzah, yakni panjenengan sedoyo, menjadi Harimau yang siap setiap saat bergerak maju pantang mundur, mewujudkan harapan Romo Kiai Asep.
Untuk itu, dengan rendah hati, Gus Afif meminta dukungannya penuh untuk mewujudkan harapan Kiai Asep dengan menjadikannya duduk di kursi DPR RI. Dengan spontan pasukan HMN menjawab “Siap….”
Sementara Sekjen HMN, Samtoyo, menjelaskan bahwa acara ”Kenduri Seduluran” ini bertemakan ‘Nyawiji Roso Ing Romadhan’. Artinya sebelum menghadapi tantangan ke depan yang lebih berat dari sebelumnya, pasukan HMN, pada bulan Ramadhan ini, harus satu hati, satu jiwa, saling menghargai mendukung para kader Kiai Asep yang telah dinilai cukup amanah.
Menurut Samtoyo, untuk menuju Mojokerto, maju, adil dan makmur, perlu ada perubahan. Perubahan pertama harus mampu mengganti orang-orang yang kurang amanah, diganti dengan kader Kiai Asep yang amanah. Kedua, perubahan tak hanya bisa dilakukan dengan menjadikan Gus Barra menjadi bupati saja, namun perlu sistem yang koheren, terkait, antara pemerintahan pusat, provinsi dan kabupaten. Untuk itulah, kita harus berjuang agar kader-kader Kiai Asep bisa menduduki kursi-kursi di legislatif.
“Khususnya kursi DPR RI, karena selama ini belum ada penyambung lidah rakyat Mojokerto yang duduk di kursi DPR RI,” kata Samtoyo mengakhir wawancara. (Moch. Nuruddin)













