Karier politik Harmoko di Golkar menarik dicermati. Dia merupakan ketua umum ke-6 Golkar dan orang non-militer pertama yang menduduki jabatan ketua umum Partai Golkar.
Padahal, sebelumnya, Golkar selalu diketuai oleh mereka yang berasal dari kalangan militer. Ketua umum pertamanya adalah Jenderal Djuhartono. Ia dan semua ketua umum selanjutnya—Suprapto Sukowati, Amir Moetono, Sudharmono, dan Wahono—adalah tentara.
Sebelumnya, Harmoko adalah seorang wartawan. Pada 1970, dia menerbitkan harian Pos Kota. Pada 1983, dia diangkat Presiden Soeharto sebagai menteri penerangan. Salim Said dalam “Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian” (2006), mencatat sejumlah komentar petinggi militer mengenai penunjukan Harmoko sebagai ketua umum.
Salah satu komentar yang muncul berasal dari Panglima Kopkamtib periode 1971-1974 Jenderal Soemitro. Menurutnya, sebagian besar perwira ABRI, terutama Edi Sudrajat dan Benny Moerdani, marah.










