MOSKOW | DutaIndonesia.com – Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam diplomasi budaya melalui partisipasi pada ajang internasional BRICS Melody 2026. Festival musik lintas negara ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi artistik, tetapi juga wahana strategis untuk mempererat dialog antarbangsa melalui seni musik tradisional.
Memasuki penyelenggaraan tahun keduanya, BRICS Melody 2026 hadir dengan skala yang semakin luas dan semarak. Kegiatan berlangsung pada 18–25 April 2026, dengan rangkaian utama di Kota Ulyanovsk (18–23 April) dan penutupan resmi di Pusat Nasional Rusia, Moskow.
Partisipasi negara-negara anggota BRICS—Indonesia, Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Iran dan Uni Emirat Arab—menjadi simbol nyata komitmen bersama dalam merawat keberagaman budaya sebagai fondasi dialog global yang inklusif.

Dalam kesempatan ini, Indonesia diwakili oleh Sanggita, grup musik tradisi asal Cianjur, Jawa Barat. Kehadiran Sanggita menjadi daya tarik tersendiri melalui sajian Tembang Sunda Cianjuran, warisan budaya Sunda yang kaya akan nilai estetika dan filosofi.
Digawangi oleh Yusuf Wirayuda, Rizki Ferri Ramdani, Arif Budiman dan Ganjar Purnama, Wildan. Sanggita berhasil memukau audiens internasional dengan karakter musikal yang khas dan autentik.
Penampilan Sanggita mendapat sambutan hangat, menghadirkan warna musikal yang berbeda di tengah keragaman genre peserta lainnya. Tidak hanya tampil di panggung utama, Sanggita juga berperan aktif dalam workshop musik tradisional Indonesia di kota Ulyanovsk dan Moskow. Kegiatan ini menjadi ajang edukatif sekaligus sarana efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional.
Puncak acara digelar di Pusat Nasional Rusia, Moskow, dengan dihadiri sekitar 800 pengunjung dari berbagai kalangan. Pada penampilan penutup, Sanggita membawakan dua karya. Pada penampilan pertama, pertunjukan Tembang Sunda Cianjuran yang syahdu menghipnotis penonton seperti dibawa ke dalam suasana pedesaan Indonesia yang damai.
Pada karya kedua, Sanggita menampilkan musik yang ceria dan dinamis, berkolaborasi dengan Kirana Nusantara Dance (KND), sanggar tari binaan KBRI Moskow dengan para penari: Elisabet Nur Nilasari, Arianty Dian Nurosi, Ekaterina Makanina dan Aleksandra Fedorova.
Kolaborasi ini menghadirkan harmoni antara musik dan tari, dengan ragam kostum Nusantara dari Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat—merepresentasikan keberagaman budaya Indonesia dalam satu panggung.
Partisipasi Sanggita dalam BRICS Melody 2026 tersebut mendapat dukungan penuh dari KBRI Moskow.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama budaya, Sanggita juga menyerahkan alat musik kecapi kepada KBRI Moskow. Instrumen ini merupakan kontribusi dari Yayasan Rawindra Kata Hara (RKH) yang diketuai oleh Gilang Ramadhan, yang turut mendukung partisipasi Sanggita dalam festival ini.
Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS Melody 2026 menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan diplomasi budaya di tingkat global.
Melalui seni, Indonesia terus membangun jembatan persahabatan antarbangsa khususnya anggota negara BRICS serta menegaskan posisinya sebagai negara dengan warisan budaya yang kaya, dinamis, dan berdaya saing internasional. (gas)











