Indonesia Tak Berangkatkan Haji 2021, Ada yang Berhaji Lewat Negara Lain?

oleh
Arab Saudi menyelenggarakan haji 2021 di tengah pandemi dengan kuota 60 ribu jamaah. (Foto: BBC.com)

Seperti diketahui, lamanya waktu tunggu keberangkatan haji ke tanah suci diduga menjadi salah satu penyebab 177 warga Negara Indonesia nekat menggunakan kuota haji di negara Filipina beberapa tahun lalu. Sebanyak 177 WNI yang akan berangkat haji itu akhirnya ditahan petugas Imigrasi Filipina sebab petugas Imigrasi Filipina melihat ada keanehan dalam paspor mereka.

Para jamaah itu merupakan warga Negara Indonesia yang memanfaatkan sisa kuota haji yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi untuk warga Filipina. Mereka ditahan di Pusat Tahanan Biro Imigrasi Camp Bagong Diwa Bicutan, Manila. Mereka ditangkap bersama lima warga Filipina yang mengawal mereka ke maskapai Philipine Airlines untuk penerbangan ke Arab Saudi.

Namun demikian, hingga sekarang Arab Saudi sendiri belum menetapkan kuota haji untuk masing-masing negara termasuk untuk Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Habib Ali Hasan Bahar mengungkapkan hasil pertemuan Duta Besar Arab Saudi Untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi dengan Pimpinan MUI Pusat di Jakarta Selasa (8/7/2021), antara lain membahas isu mengenai pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia untuk musim haji 2021.

Dubes Essam, kata Habib Ali, menegaskan bahwa pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia tidak ada sangkut pautnya dengan merek vaksin tertentu atau negara produsen vaksin. Hal ini karena sebelumnya disebutkan Saudi menolak vaksin Sinovac produksi China yang banyak digunakan masyarakat Indonesia.

“Tidak ada hubungannya dengan vaksin dan negara produsen vaksin dan (pernyataan) itu diulang-ulang tadi sama Pak Dubes,” ujar Habib Ali sesuai pertemuan.

Habib Ali melanjutkan, Dubes Essam juga mengatakan bahwa pemerintahnya menghargai usaha pemerintah Indonesia yang tidak memberangkatkan haji tahun ini. Terlebih, semua negara memang belum ada yang mendapatkan kuota haji termasuk Indonesia. Dubes Essam menyatakan bahwa hingga saat ini Kerajaan Arab Saudi belum mengirimkan undangan haji ke negara mana pun, termasuk Indonesia.