Jangan Jadi Budak Cinta, Simpanlah Cinta Sejati Hanya untuk Allah

oleh
Kiai Asep soal cinta

 

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Fenomena cinta buta kerap mewarnai kehidupan masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Banyak orang rela melakukan apa saja demi kekasihnya, bahkan hingga mengorbankan harta, waktu, dan martabatnya.

Namun, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, saat memberikan pengajian kitab kuning pada santrinya, Rabu subuh, (8/9/2025) di Ponpes Siwalan Kerto, Wonocolo, Surabaya, mengingatkan, cinta semacam itu bisa menjadikan seseorang terperangkap dalam jerat perbudakan.

“Ketahuilah, bila kamu mencintai sesuatu, maka kamu akan menjadi budaknya,” tegas Kiai Asep.

Bila cinta kepada pasangan begitu besar, terlebih sampai setengah mati, maka peluang menjadi budak cinta sangat terbuka lebar.

Kasus-kasus yang muncul di tengah masyarakat memperlihatkan hal itu. Seorang lelaki, misalnya, jatuh cinta setengah mati kepada seorang perempuan. Namun karena sang perempuan bersifat materialistis, ia kerap meminta ini dan itu, hingga sang lelaki rela menghabiskan harta bahkan berutang. Alih-alih bahagia, hubungan seperti itu justru menjerumuskan ke dalam kesengsaraan.

Menurut Kiai Asep, hubungan yang dilandasi cinta berlebihan dan tidak sehat bisa berakhir tragis.

“Cinta manusia itu tidak abadi. Hari ini dia menjadi kekasih, besok bisa menjadi musuh yang dibenci. Karena itu, cintailah pasangan secara wajar, jangan sampai kehilangan akal sehat,” ujar Kiai Asep.

Cintailah Allah

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa cinta setengah mati hanya layak diberikan kepada Allah SWT, Sang Pencipta alam semesta. Cinta kepada Allah tidak akan pernah berakhir sia-sia, karena Dia-lah pemilik kehidupan.

“Berbuatlah sesukamu di dunia, tapi ingat, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Maka, lakukanlah yang baik-baik, yang diridhai Allah,” pesan Kiai Asep.

Pesan ini menjadi peringatan penting bagi generasi muda, agar tidak mudah terjebak dalam perasaan cinta yang membutakan. Menjaga cinta dalam batas wajar adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat, sekaligus menata hati agar tetap terpaut pada cinta sejati kepada Allah SWT. (Moch Nuruddin)

No More Posts Available.

No more pages to load.